Pages

Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

08 July, 2014

Mangrove Barros: Alternatif Wisata Alam dan Edukasi

      Yogyakarta bisa dikatakan tidak akan pernah kehabisan tempat menarik untuk dikunjungi. Terletak duapuluh lima kilometer selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Barros, Kecamatan Kretek, Bantul, Anda bisa menikmati keindahan alam yang mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang. Memang bukan tempat wisata populer yang ramai dikunjungi seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Depok. Ya, di Barros Anda akan menjumpai lokasi konservasi mangrove yang berdampingan dengan muara Sungai Opak, yaitu sungai yang menampung aliran sungai-sungai kecil dari wilayah Yogyakarta bagian timur. Selain dapat dicapai melalui jalur darat, lokasi mangrove Barros ini dapat ditempuh dengan melintasi muara Sungai Opak. Berangkat dari Pantai Samas Anda bisa menggunakan kapal nelayan yang khusus dipesan untuk perjalanan ke Barros.  Jadi selain mengunjungi Barros, Anda juga dapat mampir ke beberapa pantai yang berada di sekitarnya seperti Pantai Gua Cemara, Pantai Pelangi, Pantai Baru Pandansimo, dan Pantai Samas.
 
mangrove yang baru ditanam

area outbond
           Mangrove yang ditanam di Barros ini merupakan mangrove buatan yang penanamannya dimulai tahun 2003 oleh Keluarga Pemuda Pemudi Barros (KP2B) didukung lembaga swadaya masyarakat RELUNG dan juga mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Secara mandiri konservasi mangrove kemudian dikelola oleh KP2B dibawah divisi konservasi. Penanaman mangrove sempat terhenti namun dilanjurkan lagi setelah terjadi gempa bumi pada 27 Mei 2006. Selain menahan abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penghalang angin atau wind barrier dan mencegah terjadinya intrusi air laut.  Kegiatan KP2B ini meliputi penanaman dan pemanfaatan mangrove sebagai objek wisata alam, wisata pertanian, wisata perikanan, dan outbond sehingga lokasi ini seringkali dikunjungi oleh murid-murid taman kanak-kanak hingga sekolah menengah sebagai wisata edukasi. Tidak hanya berkunjung para wisatawan juga mendapat kesempatan untuk ikut melakukan penanaman mangrove. Bagi mereka yang hobi memancing Barros adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan kegemaran mereka. Kata guide rombongan kami, Mas Dwi, di muara Sungai Opak di Barros ini memang menjadi spot memancing favorit. Jika Anda mengunjungi muara Sungai Opak ini pada pagi hari maka Anda akan berjumpa dengan nelayan yang sedang melaut.
      Ada empat jenis mangrove yang dibudidayakan disini yaitu jenis rizopora, brueguera, avicenia, dan nipah. Jenis mangrove yang paling banyak adalah mangrove avicenia dengan persentase 60 persen, sedangkan yang paling sedikit yaitu mangrove nipah dengan persentase sebesar 10 persen. Selain mangrove disini juga dibudidayakan kepiting dalam keramba dan itik mangrove. Ada 48 spesies yang mengisi ekosistem di mangrove Barros sehingga kita dihimbau untuk tidak membuat kebisingan agar tidak mengganggu ekosistem yang ada. Selain disuguhi pemandangan yang indah, padang rumput, dan angin laut yang bertiup kencang, jangan kaget jika Anda juga akan menjumpai banyak sampah di area mangrove ini. Hal ini dikarenakan sampah-sampah tersebut merupakan sampah yang dibuang oleh masyarakat Yogyakarta yang terbawa arus laut. Jadi, tolong pikir ulang ya kalau mau buang sampah di laut karena masih ada ekosistem yang seharusnya bisa kita lindungi. 
muara Sungai Opak

Africa for awhile
       

25 June, 2014

Short Escape to Berbah



Mengusir penat atau sekedar membuang waktu untuk berjalan-jalan, sekarang tidak lagi butuh perjalanan dengan waktu tempuh lama atau destinasi dengan jarak yang jauh. Jika punya waktu senggang 2 atau 3 jam, cobalah berjalan-jalan ke kawasan timur kota Jogjakarta. Sore tadi saya dengan partner baru saja pergi ke daerah Berbah, Sleman. Kali ini kami ingin mengunjungi kembali Candi Abang, candi yang reruntuhannya belum direkonstruksi seutuhnya karena masih berupa gundukan padang ramput yang menyerupai bukit teletubbies. Dari beberapa sisinya bisa terlihat batu bata merah yang menandakan keberadaan Candi Abang. Konon saat mencari tahu lewat internet, ada Yoni yang ditemukan di dekat Candi Abang dan batu yang menyerupai kodok di sebelah selatan candi, sayangnya kami tidak dapat menemukannya. Cuaca siang itu sedikit mendung meski matahari masih mengintip, dan angin berhembus cukup dingin. Kali ini papan petunjuk candi sudah dipasang, sehingga orang bisa lebih mudah mengetahui keberadaannya tidak seperti waktu kami kesini pertama kali.



 Sebelum masuk ke area Candi Abang, di mulut jalan masuk anda akan menemukan papan bertuliskan “Gua Sentono” dan situs ini dari pinggir jalan sudah bisa terlihat. Kami dulu tidak tahu kalau ada situs gua disana, akhirnya kami memutuskan untuk singgah sebentar. Gua sentono diduga sebagai tempat bertapa umat hindu, hal ini dilihat dengan adanya bongkahan yoni di salah satu dari tiga bilik goad an relief dewa-dewa hindu yang terpahat di dinding-dinding goa.
salah satu dari 3 bilik goa di situs ini

lingga yoni di depan relief dewa hindhu

23 June, 2014

Sweet Escape to Paradise Fall #2

Setelah sekian lama tidak meluangkan waktu untuk bervakansi, akhirnya beberapa waktu saya dan beberapa kawan berhasil menjalankan missi piknik dadakan. Anyway, saya tidak lagi aktif jalan-jalan terhitung sejak Bulan Maret dengan pertimbangan biaya dan waktu. Klasik. Tapi ini sudah waktunya saya harus menyelesaikan tugas akhir saya. Meskipun saya tidak ada kesibukan berarti seperti ikut komunitas atau berorganisasi lagi, saya termasuk orang yang sulit membagi waktu untuk betul-betul fokus pada satu pekerjaan, then you may call me as procrastinator. A critical procrastinator. Dan agenda bulan Maret lalu sudah cukup menguras isi tabungan sehingga saya harus mendulang rupiah lagi kalau -masih- mau jalan-jalan. Jadilah pada suatu pagi saya mengirim sms pada seorang teman yang isinya akan mengajak pergi hari ini untuk berlibur sejenak. Kali ini saya mengajak beberapa teman untuk ke -lagi-lagi- air terjun rahasia. Another Paradise Fall. 
 

Menempuh jarak ber puluh-puluh kilometer ke arah selatan Jogjakarta selama satu jam. Hanya informasi itu nampaknya bisa saya bagi. Air terjun ini belumlah menjadi tempat wisata komersial (dan jangan sampai) melihat saat itu hanya ada kami saja setelah sebelumnya ada sepasang sejoli disana, dan belum ada fasilitas seperti kamar mandi (sepertinya ada namun belum lengkap fasilitasnya), tidak ada pedagang dan tidak ada karcis masuk.


Ada beberapa tingkatan air terjun disini, dari yang curam, sedikit dalam, dan yang cukup luas. Soal kedalaman sih tergantung curah hujan rasanya. Namun katanya tiap musim selalu ada air, meskipun di musim hujan waktunya lebih cocok mengingat debit air lebih banyak. Menariknya air terjun ini memiliki air berwarna hijau dan pada dasar airnya terdapat batu-batu yang licin dan tajam. Ada area bebatuan yang cukup datar dan luas sehingga memungkinkan untuk merebahkan diri sambil menikmati bunyi gemercik air. Sayangnya, seperti di kebanyakan objek wisata yang belum terawat, masih banyak sampah di kawasan ini. Inilah yang membuat saya ragu untuk membagi informasi dimana letak persis air terjun ini, karena jika diketahui oleh orang 'yang tidak bertanggungjawab' maka hanya akan menambah kotor saja. *No offense*




14 June, 2014

I saw happiness

I saw happiness through his smile, his eyes, and the words he said, I am happy today. Literally happy. So do I, dude. Then I replied with smile.


Minggu lalu, partner saya berulangtahun. Berbeda dari ulangtahun yang pertama kali kami rayakan, kali ini tidak ada lagi kejutan atau hal-hal besar yang khusus saya persiapkan. Sederhana saja, saya ajak dia piknik. Membawa serta bekal makan, minum, dan kain pantai, kami berencana piknik ke candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo.
Saya sendiri pernah kesini sebelumnya, saat itu sepi saja dan tidak seramai kali ini. Pertemuan dengan seorang teman dari jurusan Arkeologi, Hareza namanya, membuat partner saya antusias bertanya ini itu. Ya, partner saya sangat senang dengan situs-situs bersejarah seperti candi dan relief-relief yang menempel di dindingnya. Hareza yang datang bersama seorang teman asal Hongkong ternyata sudah berkelana sejak pagi tadi. Sebelum sampai di Candi Ijo, dirinya sempat singgah ke Candi Plaosan. Partner saya terlihat sangat penasaran sekali akan Candi Plaosan begitu saya bilang saya pernah kesana dan memang tempatnya masih berada di sekitar Candi Prambanan. Menuju pukul 5 sore secara insidental kami bergegas menuju Candi Plaosan.





I saw happiness on his face. A simple happiness, as simple as that smile.


Bekal yang saya bawa terpaksa tidak kami makan di Candi Ijo karena kami mengejar waktu menuju Candi Plaosan. Yang menarik disini adalah adanya stupa yang mirip dengan stupa-stupa Candi di Borobudur hal ini menunjukkan candi ini merupakan candi Buddha. Menariknya candi ini turut dibangun oleh Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindhu.

19 August, 2013

Paradise Fall


 Mengulang kesuksesan kemah pantai beberapa tahun lalu, weekend kemarin saya dan kawan-kawan SMA pergi bermalam ke sebuah spot tersembunyi di selatran kota Jogja. Semua sudah dipersiapkan lengkap. Dari tenda, logistik, pokoknya segala uba rampe buat hepi-hepi. Sialnyaaa... setelah mendirikan tenda malam itu, saya baru teringat kalau kompor yang saya bawa ketinggalan di Sekolah (meeting point kami sebelum berangkat). Akhirnya mau tak mau kami harus memasak logistik yang sudah terbeli dengan kayu bakar dan tong yang kami sewa dengan harga yang cukup fantastis. Btw, kemajuan pariwisata di pantai ini mulai memunculkan kapitalis-kapitalis kecil bagi warga yang berjualan disana. Segala apapun disewain, kita nggak boleh beli kayu bakar aja alias kalo mau bebakaran ya harus sekalian sewa tong-nya, dengan alasan agar pantai tidak kotor. Tapi lagi-lagi harga sewanya yang nggak ramah ini membuat kami cuma bisa mengeluh.



Sebetulnya tujuan camping ground kita ini ada di pantai sebelah, sebutlah pantai X, disana ada air terjunnya, dan memang bukan objek pariwisata alias sangat sepi dari pengunjung. Karena kita terlalu malam sampai di lokasi, akhirnya kami direkomendasikan warga untuk menginap di Pantai Y karena kalau malam hari begini Pantai X pasang dan tidak ada lokasi parkir disana. Untuk menuju Pantai X ini, sama seperti perjalan menuju Pantai Y, jalannya masih jelek. Karena jalannya adalah jalan setapak, maka motor tidak bisa lewat dan harus diparkirkan di pinggir jalan. Butuh waktu 30 menit untuk berjalan kaki menuju pantai X. Jalannya cukup landai dan saat akan sampai di pantai kita akan disambut oleh gonggongan anjing warga yang bermukim di dekat pantai. Begitu pagi harinya kami sampai di lokasi, betul saja pengunjung disana hanyalah rombongan kami. Sangat sepi. Bersih. dan inilah sepotong Paradise di bumi.






09 June, 2013

Having a good dinner in K'meals

Hi, folks! Long time no see eh?
Sudah sekian lama sekali saya tidak melakukan aktivitas berbasis waktu luang ini, alias blogging, hehehe....
Hal ini dikarenakan 4 bulan lalu saya punya semacam kerjaan yang cukup rutin, dan meninggalkan PR skripsi, *ngeles* sebenernya browsing masih sering tapi cenderung mager buat ketak ketik di home blog ini :P Apa yang akan saya ceritakan dalam edisi kali ini? Yup! Bulan Pertengahan tahun merupakan bulan-bulan yang sakral bagi saya dan partner. Kenapa? bulan ini si partner ulangtahun, dan bulan depan saya gantian ulang tahun, hihihi nggak penting juga sebetulnya..tapi karena saya orang yang cukup senang dengan sebuah perayaan maka itulah weekend kali ini saya putuskan mengajak partner makan-makan...nomnomnom

Sempat bingung mau makan dimana, secara masih banyak tempat makan di waiting list yang belum dikunjungi. Setelah pusing-pusing browsing dan nelpon 108, akhirnya saya putuskan untuk makan di K'meals. Tempat makan punya chef Kamil asal Perancis ini berkali-kali menyita perhatian saya yang sering wara-wiri di daerah Prawirotaman. Italian and French restaurant ini banyak dikunjungi oleh turis asing lho, disini juga ada Kmeal's guest house, tour n travel, serta Salon n spa. It's quite complete ya! 
Untuk tempatnya ada yang indoor dan semi out door. Sayangnya waktu itu kami pilih tempat duduk yang dekat dengan tanaman, dan nggak tau kenapa banyak nyamuk disitu. That was so disturbing for us. 


Menu. Yup menunya, berragam, dari main course ada makanan duck leg confit, tenderloin steak, chicken braise, tuna n salmon grilled yang kisaran harganya antara 35k - 185rb. Untuk Pizza disini dimasak menggunakan oven yang dipanaskan dengan tungku kayu (wood fired oven pizza), untuk pizza kizaran harga dari 38rb - 48rb. FYI, pizza yang jadi andalan disini yaitu Red Hot Chilli Peppers, dan ini yang kami pilih. Ada bermacam-macam salad, masakan Indonesia seperti nasi kuning, nasi goreng, gado-gado dan rendang. Selain itu untuk pizza ada varian topping yang bisa kita pilih sendiri. Sedangkan dessertnya ada cukup banyak varian menu; creme brulee, choco/strawberry mouse, pancake, apple pie dan ice cream. Pilihan menunya juga variasi, dari beer, milkshake, detox juices, sampai wedang uwuh juga ada! Kisaran harga untuk minumannya yaitu 6k - 19k.
Dan ini menu yang kami pilih:

Red Hot Chilli Peppers 39k

Lasagna Beef 40k

Lemon squash 15k
Wedang Uwuh 8k

Kalo kata partner, pizzanya cukup enak dan nggak bikin enek seperti yang di Aglioo! tempo lalu, kalau menurut saya yang bikin enek itu toppingnya, padahal sih enak-enak aja, cuma karena toppingnya yang banyak yah perut jadi cepat kenyang rasanya... Untuk Lemon squash-nya seger sedikit asem sih, kalau untuk wedang uwuhnya oke, hanya saja partner komentar kenapa jahenya nggak ditumbuk aja biar lebih kerasa rempahnya. Sedangkan Beef lasagna: kalo dimakan tanpa saus, rasanya cenderung plain alias tawar dan partner pun mengiyakan. Secara keseluruhan, menunya oke, cuma mungkin karena posisi duduk kami yang disinggahi banyak nyamuk itu cukup bikin nggak nyaman. Tadinya udah geser di meja sebelah, tapi teteup nyamuknya juga ikutan pindah. -__- apes.

Aurevoir! 
xoxo

09 February, 2013

Signor e Signora mangiano a Aglioo!*

* Tuan dan Nyonya makan di Aglioo!

Ciao a tutti! Come stai? Io? Sto bene =)

     Kali ini aku dan signor punya niatan makan enyaakk~ nyo nyo nyo...
Hooray, akhirnya kesampaian juga niatan kami buat makan di Aglioo! (baca: aliyo) =) Semenjak kami tergila-gila pada Italia, kami terobsesi buat nyobain segala hal berbau Italia..seperti makanannya! Yah, meskipun beberapa kali udah pernah nyobain pizza Italia, nonton Liga Italia, sampe' belajar bahasanya, kali ini -sebetulnya udah lama- pengen nyobain makan di Aglioo. Aglioo terletak di bilangan Prawirotaman, yaitu melting point para wisatawan asing yang sedang berwisata di Jogja. Disini memang berjejer restaurant, cafe, dan pub yang menyajikan masakan nusantara hingga menus Internasional, salah satunya ya Aglioo ini. Oh iya, disini kamu juga bisa menikmati wifi loh! :D
sumber
       Pizza Italia memiliki ciri khas tipis, crunchy di pinggirnya, dan biasanya masih dimasak dengan cara tradisional yaitu dengan tungku. Lihat saja di Nanamia dan Il Mondo, mereka masih pakai tungku juga lhoh! Termasuk di Aglioo! Inilah mengapa saya jauh lebih suka dengan Italian Pizza rather than American Pizza yang meskipun tebal dan enak juga, tapi menurutku taste of culture-nya dapet banget! Fyi: Pizza adalah roti asal Italia yang dulu di konsumsi oleh masyarakat miskin, bahkan dibuatnya pun dari bahan-bahan sisa bikin kue. Makanan ini dijual di pinggiran jalan Napoli, yang juga terkenal dengan tomatnya. Nah, dulu ini ada 3 komposisi yang melambangkan bendera Italia; tomat (merah), basil (hijau), dan keju (putih).  

25 January, 2013

Hari ke-14: Get lost in Girijati

          Beberapa waktu lalu, seusai lunch di sebuah resto angkringan, aku dan pacar secara spontan dan nekat memutuskan untuk jalan-jalan ke sebuah tempat yang sebenarnya aku sendiri nggak tau dimana tempatnya (nah looohh). Posisi uang kami saat itu mepet banget: aku cuma punya 5000, tapi ternyata ada 1000 di saku, sedangkan pacar tidaklah membawa dompet namun mengantongi uang sejumlah 12000. Secara pengalaman kita sering bikin wacana jalan-jalan, tapi nggak pernah kejadian, maka hari itu pun ide gila muncul. Gimana kalau siang itu juga kita jalan ke air terjun yang ada di Girijati? Nggak peduli berapapun uang atau perbekalan yang dibawa. Kamipun sepakat. Tadinya saya ngusulin pulang aja dulu, ganti motor yang bensinnya penuhan gitu, secara waktu itu motorku bensinnya alakadar aja. Pacar menolak. Akhirnya kami memutuskan pergi dari angkringan sekitar pukul 2 siang. Nama Girijati muncul karena waktu itu aku sempat baca tulisan Bekabuluh mengenai tempat-tempat terpencil di Jogja yang punya spot menarik namun jarang tersentuh publik luas. Gobloknya, aku cuma ngasal nge-bookmark tanpa baca full artikelnya, dimana lokasinya, apa aja obyeknya, dan seberapa jauh tempatnya. Aku bilang aja ke doi kalo di Girijati itu ada air terjunnya, sesuai dari foto yang aku lihat di artikelnya Bekabuluh.

17 November, 2012

Suatu piknik di Sri Gethuk




jump!
hugging before jumping

the crowd is not over until we leave
dan ini kendaraan kami

16 October, 2012

Festival Sendratari Ramayana

    Hai genk....How's your day so far? Mine and his was gorgeous!  Dus, konon cerita, keberuntunganku bareng Diemas nggak henti-hentinya terputus, meskipun kita lebih sering kena cobaan ketimbang durian runtuh, tapi toh bahagia itu sederhana bukan? hehe sederhana banget sampe' apa-apa diketawain :)))
Nnaaahh, thanks God kita dapet tawaran tiket nonton Festival Nasional sendratari Ramayana gratis di Candi Prambanan, dimana biasanya kita perlu merogoh kocek sekitar 75ribu buat nonton pertunjukannya. Yang special dari perform kali ini adalah, tarian akan dibawakan oleh penari dari beberapa kontingen, seperti dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, Jatim,  Jateng, Sumut, DIY, dan Kalsel. Nah, festival ini diadakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 12 s.d 15 Oktober. Tadinya saya melihat ada dua bagian gamelan, yaitu gamelan Jawa dan Bali. Saya bilang sama Diemas, moga-moga aja yang Bali belum tampil. Eh bener aja di hari ketiga ini saya kebagian menonton perform dari kontingen Bali dan Jawa Barat. Yang Bali keren bangetttss!!! Lucu deh, rombongan keranya masih kecil-kecil dan attraktif banget :)) 
      Dalam rangkaian acara ini juga dipersembahkan tarian Ramayana, dalam babak Dewi Sinta membakar diri yang dipersembahkan oleh Yayasan Roro Jonggrang, yang memecahkan Guinness World of Record dengan penari terbanyak yaitu 230 orang. Kami datang tepat pukul setengah7 dan disambut gerimis rada deres, trus kami menunggu terang sampai pukul setengah8, dan pelataran dengan background Candi Prambanan yang -wow-keren-banget-sumpah-ciyuss-miapahh- itu dikeringkan oleh petugas dan pengunjung mulai memadati venue. Acara ditutup dengan pesta kembang api!! Cheers!!!





cheers!
xoxo

31 December, 2011

Last post in 2011: Umbul Sidomukti & Ngobaran Beach

Dag, alles! Hi evryone!

saya baru ingat kalo masih ada beberapa laporan vakansi di bulan desember ini belum terekam di blog. Oleh karena itu, di sore terakhir nan indah di tahun 2011 ini saya akan merekap beebrapa perjalanan piknik kemarin *ahe ahe*

Umbul Sidomukti: The Highest Pool in Southeast Asia

Adalah Umbul Sidomukti, dimana kamu bisa memacu adrenaline lewat flying fox, marine bridge, atv, dan tak lupa cicipi kesegaran kolam renang tertinggi di Asia Tenggara. Terletak di kabupaten Ungaran dimana yang bisa ditempuh dari Jogja lebih kurang 3 jam. Berangkat pukul 9 pagi dan tiba pukul 12, dimana sebelumnya kami sempat rehat di gerai Sego Megono yang juga menawarkan kenikmatan Kopi Klothok di daerah Secang. 

on the reef

21 October, 2011

Vakansi Gua Pindul dan Tubing Sungai Oyo

hiaaaaaatssss....cling cling cling... *ceritanya silat*

      eh eh eh aku kembali nulis2 lagi ini, ceritanya emang lagi selooo, blog udah lama terbengkalai, sedangkan aku udah jalan-jalan berkali-kali dan belum sempat aku dokumentasikan kedalam narasi :))) here we goooo!
Hari Minggu, 16 September aku dan beberapa teman nongkrong yang juga teman PKBI ikutan trip anak BPI ke Gua Pindul dan Sungai Oyo, tadinya mau ke Gunung Api Purba, Nglanggeran, tapi karena secara teknis waktu nggak memungkinkan akhirnya rencana ke Gn Api Purbanya batal :|
       Awalnya aku nemu trit di BPI, Mbak Nana tepatnya yang ngajakin trip ini. langsung deh aku ajak Mbak Poet, Afi, dan Vete. Akhirnya kami berempat mancal bareng dengan robongan yang jumlahnya udah kayak rombongan tawaf, sekitar 30 orang ada deh tuh!