Couple months ago, i borrowed a toy-cam from Ana, disderi 3 lens. I wanted to experience it then i took some photos randomly as the amateur. and couple days ago i went to the photo printing, and i just knew from its employee that the film which i used is 'bw' film (black and white). and the day after that i could see the results. i was lil a bit shock when i knew that there were only 11 photos from 36 photos that we took. this is one of the risk using toy-cam, we never know how much photos from the film that could be seen and sometimes the film can be burned too. i still wanna experience it though with the colored-film or maybe with the another kind, of course my friend's, i still thinking hard to have it :P
15 September, 2010
14 September, 2010
Ied Mubarak and family :)
Happy Ied Mubarak 1431 H,
Minal Aidzin wal faidzin
friends,tolong maafkan
kenistaan saya
selama ini
:))
en
i am
already
forgive you
me among the boys: my brother and my nephew.
Yes, kami jarang foto-foto lebaran sama keluarga besar dan kebetulan kemarin sepupu saya ada yang bawa laptop, jadi ya kita webkeman aja.Oh yes again, saya nggak pernah dekat dengan saudara perempuan saya, dan saya lebih sering spending time sama saudara cowok saya. Selain dua sepupu cewek yg lebih tua sudah berkeluarga, yang dua lainnya lebih muda dari saya dan mereka emang nggak pernah main sama saya dari mereka kecil, dan memang saya nggak bisa momong waktu itu (sekarang apalagi :P). The boys are fun and enjoyable!
12 September, 2010
Kiriman Bertuahhhhahahahaa...
Jadi ceritanya beberapa minggu lalu saya melakukan transaksi jual beli dengan seorang teman maya saya. Namanya Aria, kita ini sama-sama tinggal di Jogja dan bahkan teman-temannya adalah teman-teman SMA saya, masalahnya selama -+ 3tahunan kita berteman, kita belum pernah bertatap muka. Anaknya cukup kocak dan konyol. Jadi ceritanya lagi, beberapa waktu lalu dia nyamperin saya waktu online chat di Facebook. Tiba-tiba dia nawarin buku dengan harga yang sinting banget, novel 400an halaman, dia beli seharga 50ribuan, dan even dia menjual ke saya setengah harga: 25ribu aja! Dan katanya dia ngasih jual itu karena isi ceritanya “saya” banget, tentang cewek bekpekeranlah, anak pecinta alam gitu... padahal ya aku ini Cuma bekas siswa pecinta alam abal-abal, buat bekpekeran aja gak pernah. Alasan utamanya dia ngejual buku sih katanya, dia tadinya mau ngasih itu ke temen ceweknya, namun karena konten dalam salah satu bab yang menurutnya “nggak beres” buat dia kasih ke cewek itu,jadilah dia menjualnya pada saya.
Oke saya setuju aja,tapi masih heran juga, apa dia nggak rugi ya???bukannya lebih mending buku itu ia simpan jadi koleksi saja? Bukannya dijual dengan setengah harga kan jadi malah nombok. Transaksi tadinya mau dilakukan di dekat Kandang Rusa di deket Lembah UGM, kok ya dia milih tempat disitu, dipinggir jalannya pula, apa kata orang lewat yang lihat kita kalo ada remaja transaksi disitu dikiranya jualan opium lagi. Kemudian dia nge-wall saya, bukunya mau dia paketin aja, tapi harganya naik jadi 30rb,harganya naik bukan lantaran buat ongkos kirim tapiiiiiii ternyata selidik punya selidik dia ini punya nazar sodaqoh di mesjid sebesar 30rb, dan saya tak perlu mentransfer ke rekeningnya untuk membayar buku tersebut namun cukup saya infaq-kan di masjid terdekat saya -_- Oke saya mencoba mengerti maksudnya dan setuju-setuju aja.
Setelah hari yang saya perkirakan, buku itu sudah tiba..seperti biasa, lagi-lagi dalam keadaan tersobek!!Yap , ortu saya memang rese. Beberapa kali suka iseng langsung main buka kiriman paket dari relasi-relasi saya, sok pengen tau gituuuuu arrrrggghh. Oke saya liat bukunya, jeng jeng jeng! Didepan kover udah ada mantra yang tertempel.
Huruf itu ditulis dengan huruf latin namun berbahasa Jawa, jadi kalo diterjemahin kira2 artinya begini:
“Uangnya 30ribu itu sudah kamu infaq-kan kan? Kamu bilang dalam hati ya (saat memasukkan infaq): Uang 30 ribu ini nazarnya Aria Pamungkas. Soalnya aku takut kalo ditagih di akhirat besok. Lihat ni bukunya udah aku sampul, mantep kan? Terimaksih ya”
Masih suka geli kadang kalo baca hahahhahaha xD someday saya akan mendeskripsikan profil si Anak ini, dia terlalu kompliketed untuk dijabarkan -_-
saya nyerah, saya gemes mau ngupload mukanya :p
Sebetulnya banyak fotonya di Fb yang jelas bahkan close up tapi paling suka yang ini, paling menjatuhkan martabatnya dia wkwkwkw (*fyi: itu foto tag dari temennya, candid gitulah. Dan kayaknya itu foto sewaktu dia ospek*) wwkwk
06 September, 2010
Siti si Arwah Penasaran
Alkisah beberapa minggu yang lalu , saya bersama 2 sahabat satwa bermain ke rumah seorang Yunita Fauziah (biasa dipanggil Unyit~ nama bekennya: @Unyiedznyiet), dia ini teman SMA kami juga, seorang gadis karang taruna yang sayangnya badannya tidak lebih tinggi dari kami yang bantet-bantet ini =) dia ini calon sikolog, jadi suka jadi tempat nggerus anak-anak. Petuah-petuahnya yang ajaib bisa mengubah jalan pikiran seseorang, dari yang tadinya frustasi karena patah hati, menjadi tidak frustasi lagi tapi ingin segera bunuh diri (better to forget it --'') Waktu itu Ratih dan Witpi (kedua sahabat satwa saya) lagi seneng make' kacamata rayban kalo lagi naek motor. Awalnya mereka iseng foto-foto gaya anak alay dan abg labil jaman sekarang dengan modal postur tubuh mereka yang -maaf- bantet dan gaya mereka yang emang udah alayyyy jadi makin alayy..
nah mereka mencoba meng-combine gaya alay mereka dengan mengenakan helm standard
lama-kelamaan -karena tumbuh kembang otak mereka yang berbeda dengan remaja labil kebanyakan mereka mulai orientasi medan, berjalan-jalan disekitaran rumah Unyit dan mereka mulai menggunakan barang yang bukan milik mereka...
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)


