Pages

Showing posts with label inspiring. Show all posts
Showing posts with label inspiring. Show all posts

15 August, 2013

Arti seorang pejalan

    Pada kesempatan ini, saya hanya sekedar ingin melebarkan pandangan dan mengurai pengalaman dari apa yang selama ini kita sebut dengan berwisata piknik, tamasya, jalan-jalan, atau mungkin kalian lebih nyaman menggunakan istilah traveling. Yup. Semua orang sedang berada dalam euforia ini. Tidak ada maksud untuk menghakimi atau menyudutkan siapapun dalam curhatan kali ini. Ini semua pure hanya untuk memproyeksikan segala buah pikiran dan segala yang pernah saya jumpai dalam sebuah kegiatan yang bernama perjalanan. 
Please be relax... 
   Beberapa waktu lalu, seorang teman membagi sebuah laman  yang berisi interview seorang tokoh sosmed yang kemudian mengulas banyak soal makna seorang pejalan. Yaaah, intinya sih kalau dalam interview tersebut, si tokoh yang bernama Arman Dhani -bisa disimpulkan- hampir-hampir mengkalim kalau pariwisata atau kegiatan melancong ini cenderung membawa mudharat bagi alam, bersifat eksploitatif dan tidak selalu mendatangkan keuntungan bagi lingkungan maupun masyarakatnya. Sebelumnya seorang kawan juga pernah men-suggest sebuah laman soal green traveler kepada saya, isinya lebih kurang sama yaitu bagaimana kita sebagai seorang pejalan seharusnya bisa bertanggungjawab terhadap alam atau tempat yang dikunjungi. Salah satu yang ditekankan adalah dengan tidak mempromosikannya kepada khalayak luas, karena dengan begitu kita telah memicu kerusakan yang akan ditimbulkan jika banyak orang datang ke tempat tersebut. Karena nggak semua orang bisa bersikap bijaksana dalam memperlakukan suatu tempat. Pada kesempatan yang lain, seorang teman juga pernah berkomentar bahwa tourism atau traveling merupakan salah satu bentuk hedonisme yang paling rendah. Dia juga mengatakan bahwa banyak ulasan travel blogger/ writer yang tidak berbobot, mereka hanya menulis soal keindahan suatu objek, akses menuju tempat tersebut, apa yang bisa dilakukan disana, namun tanpa pernah mengkajinya secara humanis atau edukatif. Cetek. Dangkal, katanya. Iya. Saya mengamini seluruh pendapat tersebut.
 Betul juga sih semua itu. Bayangkan saja saat ada ribuan orang camping di Ranukumbolo, yang beberapa waktu lalu diadakan oleh brand outdoor ternama, seperti apa kerusakan alam yang akan terjadi disana? Kegiatan yang mengundang banyak peminat itu melebihi kapasitas yang ditentukan oleh Taman Nasional tersebut. Saya juga menjadi saksi mata saat wisatawan di Pahawang bersnorkeling ria tanpa rasa bersalah berdiri di atas terumbu karang! Dan dengan sangat menyesal saya akui, saya dulu memang pernah mengunjungi Pulau Sempu, dan benar saja semakin ramainya tempat tersebut oleh para 'pelancong gelap' membuat Sempu semakin kotor. Banyak sampah di Segara Anakan. Di sisi lain, warga tetap menjalankan pekerjaan mereka, mengantar tamu dengan kapal mereka menuju Pulau. Ini soal uang. Soal perut yang harus mereka isi. 
Pada kesempatan yang lain, saya -sebagai person yang (tidak munafik) juga senang berwisata- menjumpai berbagai perspektif dari teman pejalan lainnya.
Suatu kali seorang teman bercerita dengan sangat bangga bahwa dia bisa makan gratis dari penduduk lokal di suatu pulau, juga bisa menginap tanpa biaya. Nggak heran sih, dia menamakan dirinya 'pejalan gembel' dimana semakin murah atau kalau bisa gratis sesuatu yang kita peroleh, maka semakin keren label yang kita sandang. Saya kembali teringat pada perkataan seorang teman bahwa seringkali kita lupa bagaimana memanusiakan manusia. Saat kita diberi, meskipun secara gratis, ya seharusnya kita balik memberi... bukannya dengan bangga menerima begitu saja apa yang diberikan oleh orang lain. Contohnya saja, saat kita diperbolehkan menginap di rumah penduduk lokal, maka paling tidak kita memberikan kontribusi kepada mereka juga. Tidak hanya observasi atau menikmati alamnya, namun kita seharusnya juga ikut 'memberi' mereka, yang telah memberikan kita tempat tinggal. Bahkan seringkali kita tidak memperhatikan risiko yang kita berikan kepada oranglain yang telah membantu kita. Misalnya saja saat ada pejalan yang ngompreng atau nebeng gratisan di sebuah truk. Kalau duitnya beneran ga ada atau habis kecopetan sih beda ceritanya ya...tapi kalau nebeng angkutan cuma untuk meminimalisir bajet? Saya rasa itu juga nggak bijak. Misalnya nih, kalau kita nebeng, -meskipun dengan persetujuan sopir- kita secara tidak langsung memberi risiko pada si sopir, kalau -amit2- ada kecelakaan atau razia polisi, otomatis si sopir lah yang mau tidak mau harus ikut bertanggungjawab atas 'tumpangannya'.  
Pernah suatu kali saya menginterupsi seorang teman yang memilih untuk ''mengkompor-kompori'' oranglain agar mau berwisata ke tempat yang ia kunjungi melalui upload-an foto-foto di facebooknya. Saya saat itu bilang justru kalau begitu kamu sama saja mengundang mereka untuk merusak alam tersebut, karena nggak semua orang bisa bertanggungjawab lho. Dia tetep kekeuh dengan alasan promosi wisata Indonesia lebih baik dilakukan daripada orang-orang menghabiskan uang ke luar negeri, katanya. 
    Pada kesempatan yang lain seorang teman berpendapat juga kalau sebaiknya tempat yang indah itu disimpen buat sendiri aja, nggak perlu dipublish atau dikoar-koarin ke oranglain. Sama seperti yang dikatakan mas Arman Dhani. 
Gawatnya lagi, seorang teman pernah terobsesi untuk membangun bisnis (resort) di suatu pulau yang pernah kami kunjungi dimana saat ini belum banyak orang tahu keberadaan pulau tersebut *tepok jidat*
Seperti Arman Dhani bilang, banyak traveler yang tujuan jalannya 'cuma' untuk pencapaian destinasi semata, upload di sosmed kemudian publish di blog. Orang-orang semacam ini pernah juga saya jumpai, barangkali juga saya sendiri, bahkan.
        Bagi mereka yang pro terhadap kunjungan Pariwisata, alasan keberdayaan ekonomi masyarakat (dan investor) lah yang diagungkan. Di sisi lain, alam perlu dijaga keseimbangan ekosistemnya. Cukup kompleks kalau kita mau mengkaji persoalan ini. Nggak bisa kita lihat hanya dari satu sudut pandang saja.
      Kemudian saya merefleksikan pengalaman tersebut terhadap apa yang sering saya lakukan. Tulisan perjalanan saya di blog ini, boleh dikatakan sama sekali tidak berbobot. Cuma bercerita soal catatan perjalanan saya semata, meskipun kadang saya sisipi informasi. Foto-foto saya bersifat 'pamer', barangkali. Bersifat eksploitatif. Tetapi saya tidak mau munafik, tujuan saya dari awal ya untuk menuliskan catatan perjalanan, sebagai memoir belaka, sedangkan untuk foto saya bermaksud mendokumentasikan saja dan tell a friend. Mungkin alasan yang terakhir ini yang tidak manusiawi. Seolah-olah saya menceritakan bahkan mengundang mereka untuk mengunjungi tempat-tempat indah yang juga saya kunjungi. ''Seolah-olah'' lhoo...
     Yup. Betul. Seperti yang dimuat dalam interview dengan Arman Dhani, disebutkan bahwa semua itu kembali ke tujuan personal seorang pejalan. Apapun penyebutannya, mau bakpacker, flashpacker, traveler, semua punya tujuan masing-masing. Mau traveling dengan konsep minim bajet, mencari pengalaman, mendambakan pleasure semata, atau sekedar pencapaian saja, itu yang diluar kendali kita. Nggak bisa sih kita menghakimi aktivitas tersebut. Mau kita cuma dateng untuk seneng-seneng, liputan, pekerjaan, atau observasi, minimal kita bisa bersikap bijak sama alam dan masyarakatnya. Ini sih yang nggak semua orang bisa. Belajar dari apa yang kita lihat dan alami. 



Selamat Lebaran!
*cium tangan*

22 January, 2013

Hari ke-13: Menang (lagi)!

Nah, setelah sekian kali mencoba berbagai peruntungan, akhirnya pada kesempatan kuis terakhir ini saya menang (lagi)! Yah, meskipun sebagai penerima hadiah hiburan sih, keak keak :P
Jadi, kuis ini diadakan oleh BKKBN bekerjasama dengan Aliansi Remaja Independen beserta gue tau [dot] com, dimana mereka-mereka ini concern betul dengan persoalan remaja, kesehatan reproduksi, dan HIV & AIDS. Kita harus menjawab pertanyaan yang mereka berikan (multiple choices) dan lebih baik lagi jika kita jawab berulang-ulang sehingga kesempatan menang lebih besar. Nah, sayangnya aku hanya mencoba kuis beberapa kali sehingga belum berhasil mendapatkan hadiah utama seperti, mp3, flashdisk, moodem, hingga Ipad. Hadiah hiburannya sendiri terdiri dari goody bag, beberapa fact sheet soal kesehatan reproduksi, hiv & aids, tembakau, dan kehamilan tidak diinginkan, ada post card, kalender, notes, dan stiker :)
Thanks gue tau atas hadiah hiburan yang kini sudah sampai di tangan mulus aku! hahahahak

12 January, 2013

Hari ke-10: I am what Survives of Me

sebuah danau di dekat Maurits Huis, Den Haag (2011)
            Kutipan di atas berasal dari buku Erikson yang bertitel Identitas dan Siklus Hidup Manusia. Entah di halaman dan paragraf ke berapa tapi sekilas kutipan tersebut cukup mengena. Kalau ditinjau dari arti yang ditulis, bunyinya gini: aku terus hidup karena diriku sendiri. 'Tul nggak? Semua masalah yang bikin kita bisa bertahan sampai detik ini ya karena kita sendiri yang mengendalikannya. Tapi mungkin ada juga 'campur tangan' dari orang lain, seperti pilihan-pilihan yang mereka tawarkan saat kita berada dalam masalah. Ucapan atau nasihat-nasihat oranglain ini yang kemudian kita jadikan bahan pertimbangan dalam menyelesaikan masalah. Aku jadi ingat diskusi di kelas Bahasa Belanda dengan dosen favorit saya, Bu Vini. Beliau waktu itu sharing ke kita gimana cara dirinya dalam menyelesaikan masalah saat dia dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang membingungkan dan bahkan komentar dari orang terdekatnya tidak membantu. Maka dia berkata bahwa sebetulnya kita sering lalai. Kenapa? Saat kita curhat atau bercerita kemana-mana, menanyakan bagaimana sebaiknya langkah yang dipilih kepada beberapa orang, kita seringkali mengambang dibuatnya: tidak tahu mana solusi yang terbaik untuk diambil. Beliau bilang kalau saat terbaik adalah saat dirinya mengurung diri di kamar dan merefleksikan semuanya, karena solusi terbaik atas masalah kita hanya datang dari pikiran dan keputusan kita sendiri. 
           Aku mengamini. Berbagai solusi yang ditawarkan oranglain belum tentu sesuai dengan solusi yang kita inginkan. Karena yang tau gimana baiknya hidup kita ya diri sendiri. Seringkali aku menemui teman yang kalau dapat masalah curhat kemana-mana, mengumpat sana-sini, merasa dirinya yang paling sengsara di dunia ini. Padahal, let's see: banyak orang di luar sana yang bahkan nggak tahu harus makan apa nanti siang, banyak orang kesuulitan air bersih, banyak orang bahkan nggak ngeluh saat desa mereka belum dialiri listrik 24 jam! Hello? Banyak orang dengan problemnya masing-masing. I appreciate how they face it. Tetapi rasa-rasanya kok berlebihan juga ya pake' acara mengumbar 'kesengsaraannya' yang nggak seberapa itu ke khalayak umum dan nggak satu saran pun bahkan ia dengar. Hmm... Let it go with the wind , biarkan semua makhluk berproses dengan masalahnya masing-masing!  

Let us survive, Universe! :))

09 January, 2013

hari ke-8: Manusia Lulus Pertama

Ya, manusia yang lulus pertama kali di angkatan aku adalah Tamy. Kita sebenernya baru deket di beberapa semester terakhir ini aja. Itu juga karena waktu itu kita suka jalan & nongkrong bareng. Naaahh, for your information nih, si Tamy, yang nggak pernah nyantumin nama depannya di manapun kecuali di akte (baca: Siti), adalah mahasiswi yang hanya menyelesaikan masa studi-nya selama 3,5 tahun! Mabok nggak tuh! Jadi beberapa hari lalu doi baru aja pendadaran dan saat itu sebagai classmate dengan tingkat loyalitas tinggi, aku ikut hadir disana...berbondong-bondong temen yang lain juga ikutan. Angkatan kita sebetulnya udah nggak masuk golongan abg lagi alias udah masuk di tahun terakhir jadi ya susah juga buat kumpul-kumpul selain di moment pendadaran kayak gini hahaha.
Nah, Tamy ini ngangkat judul Perempuan-perempuan dalam Kehidupan Sosial Tentara Kolonial di Jawa Tahun 1830-1942. Secara garis besar doi nulis soal perempuan yang memiliki hubungan spesial dengan para tentara kolonial seperti Nyai, Sarina(h), dan lain-lain. Doi emang udah niat banget lulus cepet dan serius banget ngerjain tema ini dari semester sebelumnya. Proficiat deh buat dirimu! Niat, semangat, dan Usaha mampu membuktikannya! Horeee...
Terus jangan tanya saya udah sampai mana dan ngapain aja... yang jelas masih banyak yang pengen aku capai dan nikmati di kampus ini seperti: pinjem bacaan fiksi di perpus yang nggak ada sangkut pautnya sama studi. Tapi itu yang bikin kepikiran. Di tahun terakhir ini aku ngerasa masih banyak ilmu yang belum aku dapet, selain emang akunya jarang baca buku -__- Ternyata tiga tahun itu cepet dan nggak berasa...mungkin bagi kamu yang hidupnya kupu-kupu ya..alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Saya sih let it flow aja, meski bayangan tagihan spp dan uang bop selalu membayangi tiap semesternya. Wish the best aja yah...semoga everything's gonna be alright dan semua makhluk di semesta ini masih bisa bahagia! yeee!

doi sama dosen pembimbing

ini sama Kepala Jurusan kami yang stay young..
half of classmates

06 January, 2013

Hari ke-6: The Power of Dreams

above the sky of Rotterdam

dream
believe
make it happen
-agnes monica.

Aku terinspirasi banget sama kutipannya Agens Monica diatas, saat ia berpidato dalam Global Youth Forum di Bali bulan Desember lalu. Event tersebut merupakan forum remaja internasional yang mengusung  anak muda sebagai agen perubahan yang suaranya patut didengar. Agnes dianggap sebagai sosok anak muda yang sukses meraih mimpi dan apa yang ia cita-citakan dengan berbagai usaha dan prestasi.
Kata-kata dalam kutipan Agnes sangat menyetil sanubari, jiwa, raga dan haribaanku *haisy*. Tapi ini serius. Saat orang lain meremehkan bahkan mencemooh apa yang sedang kita kejar, sebetulnya hal itu jadi cambuk yang semakin mendorongan kita untuk terus berlari, mengejar mimpi! Bukannya terus berpikir lagi apakah kita yakin atau tidak, atau bahkan kembali 'tertidur'.
Di akhir pidatonya Agnes bilang ''Miracles are called miracles because there are one, not believe''. It concluded bahwa percayalah pada mimpi. Mereka menyebut sesuatu itu keajaiban karena mereka nggak percaya itu bisa terjadi. Begitu juga saat kamu berhasil meraih mimpimu, yang orang lain nggak nyangka kamu bisa dapetin itu, padahal kamu bisa. See? Not afraid to dream, believe, and make it happen!


I just believe in the power of dreams. ciao!

20 November, 2012

[a special] friends birthday

               Couple days ago, me and buddies just held a surprise birthday party for our girl, Jujuk. First of all I dreamed of making barbeque party in the garden, then I realized that Jujuk, one of my best buddies, had a little cute garden beside her room. And I just considered as well that her birthday came soon So I decided to ask the gang to created a surprise party in her house, it I was so excited eniwei!!. Here we go! We decorated, barbequed, and enjoyed the reunion!
the 'rempong'crew

04 November, 2012

October Review

         Hallo gaisss.... *pasang senyum lebar* Oktober sudah berlalu dan ini artinya November akan datang :))) Terussss?? Terus aku mau nyoba flash back beberapa yang sudah aku perbuat di bulan Oktober nan penuh suci ini. Aku sebenenrnya bukan tipikal orang yang book addicted. Terbukti sampai sekarang masih suka males kalo disuruh baca buku. Tergantung mood sih lebih tepatnya. Nah, di bulan oktober kali ini aku cukup intense baca buku, meskipun bukan buku akademik. Ada empat buku yang akan aku review atau yang udah aku baca selama sebulan ini. Check this out, cyiiinn 

1. The Secret of Platform 13
         Lagi-lagi aku tenggelam dalam lamunanmu dalam petualangan hantu. Buku ini adalah karangan penulis favorit saya, Eva Ibbotson, yang menceritakan tentang rahasia platform 13. Eva Ibbotson hadir lebih dulu sebelum JK Rowling dengan Harry Potter-nya. Karya-karya imajinatifnya menceritakan petualangan para hantu, penyihir, peri, dan makhluk-makhluk aneh lainnya. Stasiun King's Cross, London, yang sudah tidak terpakai ini memiliki sebuah gump atau pintu masuk yang akan menghubungkan London dengan sebuah Pulau dimana banyak makhluk ajaib tinggal disana. Gump ini hanya terbuka setiap sembilan tahun sekali. Banyak makhluk yang bermigrasi ke Pulau untuk menghabiskan sisa hidup mereka. Pulau diperintah oleh seorang raja dan ratu manusia. Masalah muncul ketika bayi sang ratu dibawa pergi keluar gump oleh si kembar tiga dan diculik oleh seorang ibu konglomerat yang tidak memiliki anak. Usaha pencarian pun dimulai. Pada sembilan tahun berikutnya saat gump mulai terbuka lagi, raja mengerahkan tim untuk mencari keberadaan anak mereka untuk segera dibawa pulang. 
Rate: 3.5/5


2. The 'O' Project
         Buku ini adalah sebuah project yang dilakuakn Firlina Purwanti tentang pengalaman orgasme para perempuan. Selama ini isu seksual masih tabu untuk didiskusikan terlebih bagi kaum perempuan. Penulis mencoba untuk membongkar ketabuan tersebut dengan mengusung pengalaman orgasme para perempuan yang juga menghadirkan beragam cerita, seperti sunat perempuan, sex toys, safe sex, dan poligami. Penulis melakukan interview dengan perempuan dari berbagai latar belakang seperti perempuan pekerja seks, perempuan lesbian, maupun aktivist perempuans sendiri. Bukunya sendiri cukup menarik bagi aku dan partner. Selain tema yang diusung cukup berani, buku ini coba membongkar sosok perempuan yang berbeda dengan gambaran masyarakat umumnya: 'perempuan baik-baik adalah perempuan yang malu untuk berbicara soal seks', 'perempuan tidak punya hak untuk mendapatkan kepuasan seksual', dan sebagainya. Buku ini menjadi bacaan wajib bagi kalian yang cukup aware dengan isu perempuan, menurut saya. 
Rate: 4/5


3. The Prince and The Pauper
        Ini adalah salah satu dongeng Mark Twain yang cukup membuat saya sibuk berhari-hari mengimajinasikannya. Bercerita tentang perjalanan seorang raja kecil yang bertukar peran dengan anak miskin secara tidak sengaja. Awalnya raja kecil bernama Edward, ini menyelamatkan seorang anak miskin, Tom Canty, dari pukulan prajuritnya di kerajaan. Mereka pun berinisiatif untuk saling bertukar pakaian. Namun raja lupa untuk melepaskan kostum si anak miskin saat kembali pada prajurit untuk menghukumnya. Karena kemiripannya, warga kerajaan kemudian mengusir raja yang kini telah berubah penampilan layaknya orang miskin ini. Kisah petualangan pun dimulai. Tom Canty yang memiliki ayah dan nenek yang kejam dan suka menyiksa, membuat Edward selalu melarikan diri hingga bertemu dengan salah seorang bangsawan yang juga 'terbuang'. Tom yang kemudian menjadi raja ini mulai menuai masalah, dirinya dianggap menderita penyakit jiwa sehingga kerajaan merahasiakn hal tersebut. Masalah mulai muncul ketika Raja Henry VIII, ayah Edward meninggal dirinya harus naik tahta untuk menggantikan kedudukan raja berikutnya. Dongeng yang kini menjadi legenda rakyat Inggris ini banyak memberikan pesan moral bagi anak-anak dan telah di buat filmnya beberapa kali.
Rate: 4/5


4. 50 years of Silence
           Buku ini merupakan kisah nyata seorang Jan-Ruff O'Herne yang menjadi korban kejahatan Perang Dunia II. Jan adalah seorang perempuan Belanda yang lahir dan besar di Dutch East Indies, atau Hindia Belanda. Dia bersama keluarganya tinggal di Tjepiring, Jawa Tengah. Masalah muncul ketika Jawa mulai diduduki oleh Jepang. Ternyata selain perempuan pribumi yang dijadikan Jugun ianfu atau comfort women atau budak seks para prajurit Jepang, banyak perempuan Belanda yang juga menjadi korbannya. Jan salah satunya. Di usianya yang masih belia, Jan dipaksa menjadi comfort women, dimana sebelumnya keluarga mereka harus tinggal di kamp penjara anak-anak dan perempuan di Ambarawa. Jan menceritakan bagaimana ia terpisah dengan ayahnya dan harus menjalani hari-hari berat bagai di neraka. Dari Ambarawa Jan bersama  sembilan gadis belia lainnya ke Semarang untuk mejadi budak seks tentara Jepang. Penderitaan terus menerus ia rasakan hingga akhirnya Jepang menyerah pada sekutu dan keluarga mereka bersatu kembali. Selama limapuluh tahun Jan merahasiakan kisahnya karena trauma dan rasa malu yang ia rasakan pascaperang. Hingga pada suatu hari Jan melihat tayangan si televisi seorang comfort women dari Korea yang juga menjadi korban kejahatan perang. Ia mulai tergerak untuk membongkar kisahnya dan menyuarakan kebenaran. Perjuangannya untuk menyuarakan hak perempuan korban kejahatan perang dan menuntut permohonan maaf pemerintah Jepang menuai berbagai dukungan dan penghargaan. Buku ini dapat menjadi referensi bagi sejarawan yang tertarik dengan kehidupan orang-orang Eropa di Hindia Belanda meskipun dari perspektif Neerlando-sentris.
Rate: 3/5

Enjoy reading and tell yours!

xoxo

09 October, 2012

You don't have any business with my body

Kok kamu gemukan siH? Coba deh makan pepaya, biar langsing
Emang kenapa kalo langsing?
Ya kan kalo langsing cantik gitu..
Siapa yang bilang kalo cantik itu langsing?

   
           Kutipan percakapan diatas mungkin sudah sering wara-wiri di telinga saya. Meskipun secara perasaan saya sedang di-bully, tapi saya nggak pernah ambil pusing. Atau bahkan -terpaksa- saya anggap joke belaka dan saya ikut tertawa. ha-ha-ha. Kenapa? Karena bagi saya selintingan bahkan selontongan (segede lontong) perkataan2 seperti itu worthless banget buat didengerin... Apa yang  dianggap masyarakat pada umumnya bahwa cantik itu harus langsing, tinggi, dan putih itu adalah apa yang disebut dengan body image, sedangkan orang gemuk, item, atau pendek itu punya setereotype jelek, nggak menarik, dan hal ini yang sering kita denger sebagai bahan cemoohan  orang-orang. Nah loh, kalo ngomongin cantik dari warna kulit, jelas teman2 kita yang di timur Kepulauan Pasifik sana sudah terdiskriminasi. Dan dari fenomena ini para kapitalis mulai memfungsikan dirinya, bagaimana membuat produk kecantikan yang selalu menomorkan satukan jaminan kulit putih, atau produk makanan yang menjunjung tinggi asas low fat dan langsing is beautiful. Padahal nih ya di beberapa daerah ada yang menganggap kalau cewek berbadan besar itu cantik, atau semakin hitam semakin cantik. Parahnya nih kalau kita selalu menganggap serius semua perkataan orang2 tentang seperti apa seharusnya tubuh kita, kita nggak akan pernah jadi diri kita sendiri apalagi mau menghargainya. That's so cruel, isn't it? Ini nggak lagi ngomongin pembelaan tentang seperti apa tubuhku, tapi bagaimana seharusnya kita menghargai tubuh kita sendiri dan tubuh orang lain, karena memang we have no right to judge people's body. Ya karena emang nggak perlu kok kita ngomentarin fisik orang lain. Yaaaahh lagi-lagi semua ini kembali ke tipikal orang Indonesia (not generally) yang sangat punya banyak waktu luang untuk ngomongin fisik atau keadaan orang lain. Pernahkah kalian mendengar berita seorang anak gantung diri karena dicemooh atas tubuhnya yang gendut? atau seseorang yang menarik diri dari pergaulan karena tidak diakui eksistensinya atas tubuhnya yang hitam? How miserable!

            Jadi ingat kuliah antro saya minggu lalu. Waktu itu kita lagi ngobrolin soal permainan anak dan keluarlah statement kalau laki-laki itu cenderung suka 'main-main' bahkan sampai dirinya dewasa. Dari situ kemudian dosen memberikan contoh beberapa perilakunya (diluar perbedaan jenis kelamin ya) yang baginya itu dianggap main-main, misalnya lelucon yang mencemooh fisik seseorang, suku, ras, atau bahkan agama. "Kan cuma main-main". ni kalau orang Indonesia itu paling suka sama slapstick, atau lelucon yang cenderung kasar. "Ahh dasar cebol!" "Item lu!" "Heh mbrot gembrot...!" Terus dosen saya itu menambahkan coba kalau kita ngomong kaya' gitu di luar negeri, bisa jadi kita kena tuntutan atas perbuatan yang tidak menyenangkan apalagi kalau udah ngomongin warna kulit (racism). Nggak usah jauh-jauh coba kita lihat tayangan komedi yang rutin disiarkan di televisi kita, kalau nggak ngatain fisik lawan mainnya, paling main dorong-dorongan badan... ya kembali ke main fisik lagi. Kembali lagi ke body image, mungkin sudah banyak yang tahu ya apa itu dan bagaimana seharusnya kita menghargai serta mengapresiasi bentuk tubuh kita. Jadi, poinnya sih mulailah mengenali dirimu seperti apa (physically) menerimanya, mengapresiasinya, dan bagi kamu yang masih saja komentar soal 'seperti-apa-seharusnya-tubuh-orang' itu berhentilah mencela, menghina, dan mengolok-olok fisik orang lain, karena tanpa kamu sadari kamu telah melakukan bullying dan kontrol atas tubuh seseorang.
         

“The human body is the best work of art.”
― Jess C. Scott

30 September, 2012

Beragam Bersama


Beberapa waktu lalu saya habis kuliah antropologi, tentang kajian anak dan remaja gitu. Kebetulan tiap minggu ada buku2 yang harus direview gitu. Positif banget nih! Pikir saya, karena mau nggak mau tiap minggu kita dipaksa buat baca buku dan otomatis pengetahuan kita akan terupdate *tsaaah* Jadi kuliah tadi membahas soal bukunya Margaret Mead, Coming of Age in Samoa. Saya tidak akan membahas panjang lebar soal buku itu. Yang pasti arah pembicaraan di kelas tadi sampai pada pola perilaku seksual anak-anak Samoa yang pernah memiliki pengalaman homoseksual. Kemudian dosen menjelaskan mengenai perbedaan antara orientasi, perilaku, dan soal identitas(seksual). Bahwa saat berbicara soal homoseksual itu akan muncul perbedaan maksud, apakah itu bicara soal orientasinya atau perilakunya, karena apa yang terjadi di Samoa misalnya, remaja memang mengaku pernah berperilaku homoseksual, tapi orientasinya tidak, karena kemudian mereka menikahi lawan jenisnya. Nahhh kemudian saya teringat pada milist yang saya ikuti dan pernah membahas soal orientasi seksual. Disana disebutkan bahwa seorang heteroseksual mungkin juga memiliki kecenderungan menjadi homoseksual, namun hanya beberapa persen saja. Intinya disebutkan kalo dalam diri seseorang itu bisa jadi tidak 100% heteroseksual, karena akan ada ketertarikan kepada sesama jenisnya meski hanya 1%. Saya kemudian berpikir tentang kecenderungan orientasi tersebut pada diri saya. Beberapa waktu lalu juga saya berdiskusi dengan partner mengenai hal ini, and yes, I'm not 100% hetero I said.

Saya nggak akan panjang lebar bicara soal ini, kembali kepada kuliah pagi tadi kemudian disimpulkan bahwa orientasi seksual tersebut akan memunculkan pernyataan mengenai siapakah diri kita sebenarnya, atau secara sederhananya adalah pernyataan soal identitas. Yang terjadi di masyarakat kita adalah kelompok hetero adalah kelompok yang dianggap "normal", kemudian ini menimbulkan kelompok minoritas yang dianggap tidak normal sehingga sulit bagi mereka untuk menyebutkan identitasnya secara terbuka.  Padahal jika kita melongok ke periode-periode sebelumnya apa yang dianggap saat ini tidak normal bisa jadi normal pada abad ke-18. Ini seperti apa yang saya temukan tadi siang dalam kata pengantar Ben Anderson dalam bukunya Dede Oetomo. Bahwa praktik homoseksual yang terjadi di Ponorogo misalnya, hubungan antara gemblak dan warok,  ini sudah lama terjadi dan bahkan jika fenomena tersebut dibawa ke Eropa pada abad ke-18  maka pelakunya akan dihukum gantung. Begitu juga di Amerika pada abad ke-20 masih mentabukan fenomena ini, sedangkan di Indonesia sebetulnya sudah lazim, seperti Raden Hayam Wuruk yang menurut kitab negarakertagama gemar menari dengan pakaian perempuan bahkan dia diberi gelar perempuan juga.
Parahnya, di negeri kita yang beragam (baik suku bangsa, agama, ras, dan termasuk juga orientasi seksual) ini, sedikit hal yang dianggap berbeda dan "tidak normal" bagi kelompok mayoritas akan diusik dengan kekerasan. Dammit! Anggap saja ini konsekuensi bagi kita, saat keberagaman tidak didukung dengan pola pikiran yang tidak terbuka, sehingga slogan "damai dalam keberagaman" menjadi mimpi bagi kita *semoga saja mimpi yang lekas jadi kenyataan*
Biasnya antara apa yang normal dan tidak normal ini -kacaunya- menjadi sebuah persoalan besar bagi masyarakat kita. Kita harus mengakui bahwa tidak banyak dari masyarakat kita yang belum dapat menerima keberagaman atau perbedaan yang mau tak mau memang hidup diantara kita. Parahnya lagi di negeri kita yang -ngakunya- beragam ini, jarang diberikan pendidikan multikulturalisme di bangku sekolah, setidaknya untuk memberikan pemahaman bagaimana toleransi antar warga negaranya itu teraplikasi, termasuk toleransi terhadap kelompok-kelompok minoritas.


xoxo

16 September, 2012

Hijab or jilbab or whatever you say


 hi bloggies!
hows your life so far? Mine is not bad :p
Hmm... kali ini aku akan ngobrol serius soal se-su-a-tu. ya se-ri-us *pasang muka ngeden*
Sebenernya udah lama mau nulis tentang ini Cuma dulu-dulu lagi nggak mood aja dan karena beberapap kali ngumpul sama gank ngges ngobrolin soal ini dan jadi ya kepikiran aja buat nulis ini di blog. Jadi mau nulis tentang apa sih gueee??
Yak. Satu halyang (dulu dan sempat) terlintas dalam pikiranku adalah tentang background kenapa aku berjilbab.
Sekarang2 ini emang lagi ngehits soal yang satu ini, yaitu golongan cewek2 berkerudung, dan ini pun masih terbagi-bagi kedalam beberapa “geng”. Sebut saja kelompok jilbabers di kalo yang di kampus aku model jilbabnya segede-gede jubah superman yang nutupin badan lebih besar dari tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung sandal (bukan ujung kaki lagi) kelompok ini aku bilang. Kelompok lain adalah komunitas yang ngehits saat ini yaitu yang –kayaknya- punya sebutan sendiri buat “kerudung” alias hijabers. Itu tuh yang makek jilbabnya dihias-hias dan warna-warni. Enggak, saya nggak maksud nyela, komentar, atau berstatement apapun soal itu. 

09 September, 2012

Jalan-jalan Soreeee

Hi, blo9!

Selamat hari minggu semuanyaahh!
kemarin, sabtu sore saya dan pacar mengunjungi pameran uang nusantara di gedung bank indonesia. pameran tutup jam 5 sore dan kita menjadi pengunjung terakhir yang datang pada pukul lima kurang se-per-em-pat B) Beringsut adalah koleksi yang berhasil kami jaring,

emas batangan seberat 13,5kg

17 June, 2012

Birthday Boy




Happy Birthday, boy... 
We wish all the best for you,
May joy, love, and happiness always surrounding us =)

xoxo

11 June, 2012

31 October, 2011

It's My Circle

Judulnya adalah mencoba kembali produktif. setelah sekian hari tidak lagi menulis, curcol, dan bersikap (sok) kritis.
             Kali ini saya kan mereport kegiatan beberapa hari yang lalu, yang diadakan oleh Samsara dan teman-teman seperjuangan yang turut aktif memperjuangkan hak-hak reproduksi dan seksualitas *tsaaaah
 Kegiatan ini ngehits-nya disebut flashmob. Info tentang kegiatan ini saya dapatkan lewat jejaring sosial, sms, dan juga ajakan dari mulut ke mulut. Flashmob kali ini mengangkat issue utama yaitu layanan safe abortion , namun tidak serta merta mengajak masyarakat untuk melakukan aborsi, karena untuk melakukan aborsi yang aman perlu dilakukan konseling dan berbagai pertimbangan, pun tidak semua perempuan bisa melakukan aborsi, karena janin sudah berusia lebih dari 10 minggu misalnya. Diangkatnya issue ini tak lain adalah sebagai bentuk kepedulian atas tingginya angka kematian perempuan yang melakukan aborsi tidak aman, seperti tidak sterilnya peralatan yang digunakan, ketidakahlian tenaga medis. Aborsi tidak serta merta terjadi pada perempuan yang hamil sebelum menikah saja, namun juga pada KTD (Kehamilan Tidak Direncankan) pada pasangan yang telah menikah. 

31 January, 2011

the band i'm crazy about

       
     
       Beberapa waktu lalu saya iseng mengintip blog salah seorang live music photographer, yang karya2nya sungguh-sungguh-sungguh magis alias magic! yaitu, Muhammad Asranur alias @cantsaynotohope ..foto-fotonya bisa kamu lihat diblog atau flickrnya. Awalnya nggak percaya kalau deretan band ternama seperti Yeah Yeah Yeahs! dan Greenday adalah beberapa band keren yang sempat ia dokumentasikan live performancenya  
          Saya tidak akan mengulas panjang lebar si mas Asra ini, tapiiii pada postingan yang saya tengok secara insidental itu, saya menemukan satu band yang -sepertinya tidak banyak dilirik orang- namun talent-nya sungguh keren dan kreatif. yap..here we go! Tilly and The Wall! *applause* Disitu dijelaskan kalau si Tilly ini memadukan Tap dance dengan musik mereka yang sebenarnya minim -para personil hanya memainkan gitar, keyboard dan dua vokal saja- Tapi We-O-We, Great Result! Nahh, tap dancernya ini isteri dari gitarisnya sendiri. Emang sih kaya' drumnya gitu recordingan/direkam, tapi mending dicek langsung saja yah... Kalau kata last.fm sih, genrenya indie-rock gitu, tapi whatever it said, saya suka to the maxxx (kalau anak gaul bilang) sama lagu2 mereka... 

14 January, 2011

the lucky girl


     hai hai hai...=))) *menyapa centil dengan kedipan maut*

hehehee....akhirnyaaaa selesai juga UAS busuk itu..lega juga akhirnya! dan saya kini disibukkan dengan kepanitiaan International Conference, tamunya bule-bule gitchu locchhh...dan baru aja tadi dapet kenalan namanya si Maike dari Nijmegen, Belanda. Dia terlihat cukup antusias ketika bertemu dengan saya, katanya pengen foto bareng sama minta tanda tangan di block notenya *please ini pure 100% fiktif bo'ongan* Tapi beneran dia cukup antusias pengen kapan2 diajak keliling2 Jogja sama kita2 hehe...
oke lanjut....mungkin kalian bertanya-tanya *kaya' blognya ada yang baca aja -____-* kenapa deh judulnya postingan ini diberi nama "the lucky girl"? karena sebenarnya sih setiap orang dilahirkan untuk beruntung, beruntung telah dilahirkan didunia ini, beruntung masih bisa menghirup udara [lumayan] bersih sampai detik ini, beruntung masih bisa baca blognya Tantri *yang ini tolong di skip aja -____-* tappiiiii mungkin masih banyak yang tidak seberuntung kita sampai saat ini, masih banyak anak tidur di jalan, ngamen buat nyari makan, beda mungkin dengan kita yang masih menerima uang bulanan dari ortu, masih bisa rikues besok pagi pengen sarapan apa, masih bisa minta dikelonin tidur sambil ngelus-elus bulu ketek emaknya *yang ini curhat* tapiiii barometer "keberuntungan" itu yang seperti apa sih?? pada dasarnya toh kita harus kembali lagi pada kata "bersyukur"... *plis yang ini sotoy banget, so di skip aja* tapi biasanya keberuntungan itu cenderung dekat dengankata kuis *sumpah maksa banget* jadi pada dasarnya saya mau pamer disini..serentet keberuntungan saya selama mengikuti berbagai kuis di televisi, radio, di internet atau pun undian belanja....dari kecil saya suka rajin masukin/ngirimin kupon undian, dari ngumpulin bungkus shamo klir, ngirimin bungkus biskuat, ngumpulin kardus pulpen standard, *bilang aja tukang gresek* pokoknya sering banget iseng ikutan begituan..tapi nggak pernah menang..keberuntungan mulai hinggap pada sekuntum madu ini (baca: tantri swastika) ketika (lupa kapan pertama kali menang hadiah) saya ikutan kuis2 di internet dan ALHAMDULILLAH saya MENANG =D *nyalain sound effect tepuk tangan dan kembang api* saya pernah menang kuis di radio Prambors, kuis tuiter @deathrockstar, @popmaya, dan yang terkahir kuis di radio Eltira, acaranya Outbeater (siaran lagu-lagu indiepop) yang waktu itu bagi-bagiin 1 cd Brilliant at Breakfast. hueheheehehee senengnyuaaahh.. 

14 December, 2010

jangan pernah takut jalan-jalan sendirian

duh, aku sudah tidak bisa lagi bersandiwara..aku tak bisa lagi berpura-pura melupakan tugas..harusnya hari ini, hari Selasa, adalah pengumpulan tugas Metode dan Penelitian Sejarah yang pada akhirnya cukup memuakkan itu..tapi aku rasa teman-teman lain belum selesai bahkan aku sendiri belum mulai mengerjakannya lagi..grrrr...
Senin kemarin cukup sibuk wara-wiri kesana-sini sendirian, ya, akhir-akhir ini aku menikmati itu, jalan-jalan sendirian biar dikata orang ilang, orang aneh, atau bahkan biar dibilang anak gaul karena dateng ke acara-acara urban yang lagi hip (emang iya??? *acuhkan*) Jadi, dari jam 9, anak-anak sejarah angkatanku udah mulai trip keliling Kraton, begonya kita disuruh ngatur perjalanan sendiri tanpa bimbingan dosen yg nyuruh kita, duit sendiri, motor sendiri, apa-apaa sendiri.. ya sudahlah..itung-itung plesiran di negeri sendiri (nggak lupa kan Jogja hampir mau keluar dari NKRI :p) 
koleksi pribadi Opik

27 November, 2010

1st video post

      Sering menjumpai orang-orang nge-post lagu atau video favorit mereka, dan saya merefleksikannya pada diri saya: Saya hampir nggak pernah posting video atau lagu favorit, emang karena males dan saya nggak terlalu punya banyak simpenan video. Tapi saya juga kepengen publish video-video kesukaan saya yang beberapa waktu lalu, sempat saya download =)
antara lain mereka adalah Hari and Aino, band Swedish-pop asal Stockholm, saya nemu mereka di last.fm
  saya suka sekali, karena konsepnya yang vintage entah itu emang beneran video jadul atau dibuat baru-baru ini namun sengaja dibuat konsep jadul , meskipun disitu nggak diliatin personil bandnya.
    Saya juga suka lagunya yang ini, karena saya nggak nemu empitri-nya dan cuma nemu videonya heheheheh ee x) Selain itu ada Pontus Leander yang cutie abitch, dia ini yang ahli pencet alias kibordisnya. Kasih info ya kalo nemu lagu dan video yang lain huhuhu, pasalnya lagu mereka limited dan cuma bisa dibeli langsung gitu, namanya juga musisi x) 
     Masih dari Swedish-pop juga, dapet review dari temen tentang sebuah band indie-pop yang ear-catching dengan jumlah anggota nggak tanggung-tanggung, 30 PERSONEL!!! Can u imagine that??? let's check the soldiers out!


Dan kalau mengingat lagi apa video yang dulu suka saya unduh dari teman dan cukup banyak memenuhi folder "vidio" adalah.. Super Junior, tau dong? atau barang kali pernah dengar? huahahahaaa mereka sejenis boyband Korea yang lagi-lagi hobi main bola, kalo dilihat dari total personilnya yang berjumlah 13 orang! Let's check 'em out!
 

hahahahaa..jadi inget suka niruin jogetnya waktu jaman SMA

16 November, 2010

art gallery and film censorship

       Had a 'incidentally' discussion with Lembaga Sensor Film, talked about whole things about Indonesian movie and its censorship in Saptohoedojo Art Gallery. I cant believe and i just knew that Yogyakarta has a great-amazing artist, like Saptohoedojo (the owner of the gallery, but unfortunately he has passed away couple years ago)! You have to visit the Gallery located in Solo street 9th km :) There is art gallery (of course), The photos of Saptohoedojo family with lots of popular and important persons, a restaurant, little mosque, and the souvenirs shop, enjoy!!!
Saptohoedojo Art Gallery
How cute those puppets are!
beside the gramophone 
even they have a tiny swimming-pool! x)

*big thanks for Adit anyway, for capturing those photos of me (y)  =)