Pages

Showing posts with label life lesson. Show all posts
Showing posts with label life lesson. Show all posts

07 September, 2017

Mentabukan Menstruasi

India girl kills herself over 'menstruation shaming'

31 August 2017, India

A 12-year-old schoolgirl from southern India has killed herself after a teacher allegedly humiliated her over a blood stain from menstruation.
In a suicide note, she accused the teacher of "torturing" her.
Although the girl did not mention period shaming in her letter, the mother says her daughter was asked to leave the class because of the stain.
Menstruation is taboo in parts of rural India. Women are traditionally believed to be impure during their periods.
Police say they have registered a case of suicide and are investigating. The incident took place early on Sunday in Tirunelveli district in the state of Tamil Nadu.
"I do not know why my teacher is making complaints against me. I still can't understand why they are harassing and torturing me like this," the student said in her suicide note.
It began: "Amma [mother], please forgive me."
Her mother accused the teacher of having beaten her daughter in the past for not doing her homework.
''My daughter got her periods while she was in school last Saturday," her mother told BBC Tamil. "When she informed the teacher, she was given a duster cloth to use as a pad.
"The teacher made my daughter stand outside the class. How can a 12-year-old withstand such humiliation?" she asked.
The girl killed herself a day later.
The school told the BBC it was co-operating with police.

Sumber: http://www.bbc.com/news/world-asia-india-41107982


Hallo semua!
Berita memilukan datang dari seorang gadis berusia 12 tahun dari India Selatan yang mengakhiri hidupnya setelah dipermalukan oleh seorang guru saat ia menstruasi. Gadis itu adalah adik, teman, anak dan saudari kita. Gadis itu adalah kita.
Siapa yang mendengar berita tersebut sudah pasti akan marah, kesal, jengkel dan tidak habis pikir, seperti aku. Aku tahu betul rasanya mendapat perlakuan serupa di usia-usia tersebut.

.
.
.

Aku termasuk diantara mereka yang mengalami menstruasi di usia lebih awal, yakni sepuluh tahun. Aku adalah salah seorang diantara anak perempuan yang tidak mendapatkan informasi soal pubertas; apa yang harus dilakukan dan bagaimana menghadapi masa-masa pubertas. Segala informasi seakan datang terlambat padaku.
Hal ini membuatku ‘salah’ memperlakukan tubuhku sehingga aku tidak pernah nyaman saat menstruasi tiba, misalnya. Hal ini jauh berbeda ketika aku sudah dewasa.
Aku risih menggunakan pembalut, bahkan aku pernah salah memakainya. Ketidaknyamananku menggunakan pembalut menyebabkan cara berjalanku yang aneh, dan aku lebih sering duduk, membatasi gerak tubuh untuk beraktivitas sebab takut darah menstruasi menembus hingga ke celana atau rokku.
Di kalangan sebayaku, menstruasi dianggap tabu, sesuatu yang kotor, memalukan bahkan mungkin menjijikkan. Aku ingat betul saat aku dan teman-teman harus berbisik-bisik atau menggunakan kata lain untuk menyebut “menstruasi”. Kami seperti malu mengakui kalau diri kami sedang menstruasi. Mungkin kami malu karena dianggap dewasa terlalu dini (?), selain karena memang menstruasi adalah hal yang tabu untuk dibicarakan.
Sekolahku ketika itu adalah sekolah dasar berbasis agama Islam, di mana ibadah berjamaah dan membaca Alquran menjadi kegiatan yang rutin dilakukan. Ada kalanya bagi siswi perempuan tidak mengikuti kegiatan tersebut karena sedang menstruasi atau haid.
Saat tidak ikut sholat berjamaah atau mengaji bersama, kadang aku harus pura-pura ikut membaca Alquran agar tidak disangka sedang haid. Entah kenapa aku malu jika teman-teman, khususnya laki-laki, tahu bahwa aku sedang haid.
Belum lagi kalau sampai darah haid menembus pakaian. Malunya akan minta ampun!

Kupikir-pikir setelah sekian tahun ini, puncak dari segala situasi yang tidak nyaman itu terjadi saat aku kelas satu SMP. Tahun kedua atau ketiga aku mengalami menstruasi.
Di sekolah kami, sebagian siswi yang sedang haid kadangkala tidak mengikuti jam pelajaran olahraga. Seperti aku yang pernah tidak mengikuti kelas olahraga karena saat haid badanku terasa tidak fit dan aku masih belum terbiasa bergerak secara leluasa ketika menggunakan pembalut. Maka saat itu aku ijin untuk tidak mengikuti kelas kepada guru olahragaku, yang juga seorang perempuan.
Aku tidak menyangka respon yang kudapat atas permohonan ijin yang kusampaikan. Bukannya pemahaman atau simpati yang kudapat, justeru sentimen dan tuduhan yang tidak menyenangkan. Aku dianggap berbohong dan dituduh menghindari mata pelajaran olahraga dengan alasan haid. Baginya, haid tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak mengikuti olahraga atau dalam hal ini ‘menghindari’ kelasnya.

Reaksiku saat itu jengkel, sampai-sampai aku menangis (yang ini aku menyesal banget!) karena respon tidak ramah dari guruku tersebut. Aku heran kenapa ia sampai tega menuduhku berbohong? Salahkah jika aku tidak ikut olahraga ‘hanya’ karena nyeri haid?
.
.
Sebagaimana umumnya, ketidakhadiran murid dalam kelas atau mata pelajaran, turut mempengaruhi penilaian guru. Hal ini menjadi dilematis bagi siswi perempuan ketika menghadapi guru yang tidak sensitif seperti guru olahragaku. Siswi berhak untuk mendapatkan ijin tidak mengikuti kelas karena kondisi biologisnya, yang mana hal ini tidak bisa dihindari. Akan tetapi bagi guru yang tidak mentolerir kondisi tersebut dapat seenaknya menurunkan nilai siswi.

Kini ketika lebih dari satu dekade berlalu, mengingat pengalaman itu semakin membuatku marah dan menyesal karena tidak pernah bisa membalas sikap apatis guruku.
Haid bukanlah hal yang tabu, menjijikkan dan memalukan.
Haid adalah kondisi biologis yang alamiah terjadi.
Tidak sepatutnya kita mentabukan dan menyembunyikannya seolah aib atau kotoran.
Lagi-lagi, ini semua terjadi karena tabunya seksualitas dan kesehatan reproduksi, yang selalu disimpan rapat-rapat seperti bangkai yang jangan sampai terendus baunya!

15 August, 2013

Arti seorang pejalan

    Pada kesempatan ini, saya hanya sekedar ingin melebarkan pandangan dan mengurai pengalaman dari apa yang selama ini kita sebut dengan berwisata piknik, tamasya, jalan-jalan, atau mungkin kalian lebih nyaman menggunakan istilah traveling. Yup. Semua orang sedang berada dalam euforia ini. Tidak ada maksud untuk menghakimi atau menyudutkan siapapun dalam curhatan kali ini. Ini semua pure hanya untuk memproyeksikan segala buah pikiran dan segala yang pernah saya jumpai dalam sebuah kegiatan yang bernama perjalanan. 
Please be relax... 
   Beberapa waktu lalu, seorang teman membagi sebuah laman  yang berisi interview seorang tokoh sosmed yang kemudian mengulas banyak soal makna seorang pejalan. Yaaah, intinya sih kalau dalam interview tersebut, si tokoh yang bernama Arman Dhani -bisa disimpulkan- hampir-hampir mengkalim kalau pariwisata atau kegiatan melancong ini cenderung membawa mudharat bagi alam, bersifat eksploitatif dan tidak selalu mendatangkan keuntungan bagi lingkungan maupun masyarakatnya. Sebelumnya seorang kawan juga pernah men-suggest sebuah laman soal green traveler kepada saya, isinya lebih kurang sama yaitu bagaimana kita sebagai seorang pejalan seharusnya bisa bertanggungjawab terhadap alam atau tempat yang dikunjungi. Salah satu yang ditekankan adalah dengan tidak mempromosikannya kepada khalayak luas, karena dengan begitu kita telah memicu kerusakan yang akan ditimbulkan jika banyak orang datang ke tempat tersebut. Karena nggak semua orang bisa bersikap bijaksana dalam memperlakukan suatu tempat. Pada kesempatan yang lain, seorang teman juga pernah berkomentar bahwa tourism atau traveling merupakan salah satu bentuk hedonisme yang paling rendah. Dia juga mengatakan bahwa banyak ulasan travel blogger/ writer yang tidak berbobot, mereka hanya menulis soal keindahan suatu objek, akses menuju tempat tersebut, apa yang bisa dilakukan disana, namun tanpa pernah mengkajinya secara humanis atau edukatif. Cetek. Dangkal, katanya. Iya. Saya mengamini seluruh pendapat tersebut.
 Betul juga sih semua itu. Bayangkan saja saat ada ribuan orang camping di Ranukumbolo, yang beberapa waktu lalu diadakan oleh brand outdoor ternama, seperti apa kerusakan alam yang akan terjadi disana? Kegiatan yang mengundang banyak peminat itu melebihi kapasitas yang ditentukan oleh Taman Nasional tersebut. Saya juga menjadi saksi mata saat wisatawan di Pahawang bersnorkeling ria tanpa rasa bersalah berdiri di atas terumbu karang! Dan dengan sangat menyesal saya akui, saya dulu memang pernah mengunjungi Pulau Sempu, dan benar saja semakin ramainya tempat tersebut oleh para 'pelancong gelap' membuat Sempu semakin kotor. Banyak sampah di Segara Anakan. Di sisi lain, warga tetap menjalankan pekerjaan mereka, mengantar tamu dengan kapal mereka menuju Pulau. Ini soal uang. Soal perut yang harus mereka isi. 
Pada kesempatan yang lain, saya -sebagai person yang (tidak munafik) juga senang berwisata- menjumpai berbagai perspektif dari teman pejalan lainnya.
Suatu kali seorang teman bercerita dengan sangat bangga bahwa dia bisa makan gratis dari penduduk lokal di suatu pulau, juga bisa menginap tanpa biaya. Nggak heran sih, dia menamakan dirinya 'pejalan gembel' dimana semakin murah atau kalau bisa gratis sesuatu yang kita peroleh, maka semakin keren label yang kita sandang. Saya kembali teringat pada perkataan seorang teman bahwa seringkali kita lupa bagaimana memanusiakan manusia. Saat kita diberi, meskipun secara gratis, ya seharusnya kita balik memberi... bukannya dengan bangga menerima begitu saja apa yang diberikan oleh orang lain. Contohnya saja, saat kita diperbolehkan menginap di rumah penduduk lokal, maka paling tidak kita memberikan kontribusi kepada mereka juga. Tidak hanya observasi atau menikmati alamnya, namun kita seharusnya juga ikut 'memberi' mereka, yang telah memberikan kita tempat tinggal. Bahkan seringkali kita tidak memperhatikan risiko yang kita berikan kepada oranglain yang telah membantu kita. Misalnya saja saat ada pejalan yang ngompreng atau nebeng gratisan di sebuah truk. Kalau duitnya beneran ga ada atau habis kecopetan sih beda ceritanya ya...tapi kalau nebeng angkutan cuma untuk meminimalisir bajet? Saya rasa itu juga nggak bijak. Misalnya nih, kalau kita nebeng, -meskipun dengan persetujuan sopir- kita secara tidak langsung memberi risiko pada si sopir, kalau -amit2- ada kecelakaan atau razia polisi, otomatis si sopir lah yang mau tidak mau harus ikut bertanggungjawab atas 'tumpangannya'.  
Pernah suatu kali saya menginterupsi seorang teman yang memilih untuk ''mengkompor-kompori'' oranglain agar mau berwisata ke tempat yang ia kunjungi melalui upload-an foto-foto di facebooknya. Saya saat itu bilang justru kalau begitu kamu sama saja mengundang mereka untuk merusak alam tersebut, karena nggak semua orang bisa bertanggungjawab lho. Dia tetep kekeuh dengan alasan promosi wisata Indonesia lebih baik dilakukan daripada orang-orang menghabiskan uang ke luar negeri, katanya. 
    Pada kesempatan yang lain seorang teman berpendapat juga kalau sebaiknya tempat yang indah itu disimpen buat sendiri aja, nggak perlu dipublish atau dikoar-koarin ke oranglain. Sama seperti yang dikatakan mas Arman Dhani. 
Gawatnya lagi, seorang teman pernah terobsesi untuk membangun bisnis (resort) di suatu pulau yang pernah kami kunjungi dimana saat ini belum banyak orang tahu keberadaan pulau tersebut *tepok jidat*
Seperti Arman Dhani bilang, banyak traveler yang tujuan jalannya 'cuma' untuk pencapaian destinasi semata, upload di sosmed kemudian publish di blog. Orang-orang semacam ini pernah juga saya jumpai, barangkali juga saya sendiri, bahkan.
        Bagi mereka yang pro terhadap kunjungan Pariwisata, alasan keberdayaan ekonomi masyarakat (dan investor) lah yang diagungkan. Di sisi lain, alam perlu dijaga keseimbangan ekosistemnya. Cukup kompleks kalau kita mau mengkaji persoalan ini. Nggak bisa kita lihat hanya dari satu sudut pandang saja.
      Kemudian saya merefleksikan pengalaman tersebut terhadap apa yang sering saya lakukan. Tulisan perjalanan saya di blog ini, boleh dikatakan sama sekali tidak berbobot. Cuma bercerita soal catatan perjalanan saya semata, meskipun kadang saya sisipi informasi. Foto-foto saya bersifat 'pamer', barangkali. Bersifat eksploitatif. Tetapi saya tidak mau munafik, tujuan saya dari awal ya untuk menuliskan catatan perjalanan, sebagai memoir belaka, sedangkan untuk foto saya bermaksud mendokumentasikan saja dan tell a friend. Mungkin alasan yang terakhir ini yang tidak manusiawi. Seolah-olah saya menceritakan bahkan mengundang mereka untuk mengunjungi tempat-tempat indah yang juga saya kunjungi. ''Seolah-olah'' lhoo...
     Yup. Betul. Seperti yang dimuat dalam interview dengan Arman Dhani, disebutkan bahwa semua itu kembali ke tujuan personal seorang pejalan. Apapun penyebutannya, mau bakpacker, flashpacker, traveler, semua punya tujuan masing-masing. Mau traveling dengan konsep minim bajet, mencari pengalaman, mendambakan pleasure semata, atau sekedar pencapaian saja, itu yang diluar kendali kita. Nggak bisa sih kita menghakimi aktivitas tersebut. Mau kita cuma dateng untuk seneng-seneng, liputan, pekerjaan, atau observasi, minimal kita bisa bersikap bijak sama alam dan masyarakatnya. Ini sih yang nggak semua orang bisa. Belajar dari apa yang kita lihat dan alami. 



Selamat Lebaran!
*cium tangan*

01 August, 2013

Summer is mine



*Happy birthday

           Tepat tanggal 29 kemarin saya berulangtahun. Di awal tahun ini saya memang berandai-andai, kira-kira ulangtahun kali ini akan saya lewatkan dimana ya? Ehem *sombong dikit* Mengingat tiga tahun terakhir ini, saya menghabiskan tiga kali ulangtahun saya tidak di kota asal saya, melainkan di tiga kota yang berbeda, bahkan berbeda pulau, sampai berbeda benua, Alhamdulillah Tuhan tidak henti-hentinya membahagiakan umat-Nya. Tahun 2010. ulangtahun saya jatuh tepat saya masih mengikuti kursus Bahasa Belanda di Jakarta, kali itu teman sekelas menyanyikan lagu lang zal hij leven atau lagu ulangtahun kepada saya, kebetulan sekali materi topik saat itu tentang ulang tahun, setiap orang menyatakan kapan ia lahir. Kemudian tahun 2011, Tuhan memberi berkah kepadaku untuk menghabiskan hari ulangtahun di Zeist, Utrecht, yaitu bertepatan dengan summercourse selama 2 minggu yang saya ikuti, bahkan saya mendapatkan kado karena memang setiap siswa yang berulangtahun saat itu akan mendapat nyanyian serta kado dari panitia. Tahun 2012, ulangtahun saya dirayakan oleh keluarga baru saya, yaitu oleh tim KKN 201a di Amban, Manokwari, Papua Barat. Ada hal spesial tersendiri di setiap momen tersebut. Namun mungkin yang paling spesial justru tahun ini, ketika saya menghabiskan seluruh waktu musim panas saya bersama partner paling baik sedunia, siapa lagi kalau bukan pacar saya! Saya senang, kemarin kami menghabiskan waktu seharian, dari mencari souvenir untuk Maartin dan berdiskusi untuk terakhir kali bersamanya -seorang teman baru yang membawa pengetahuan dan pengalaman banyak bagi gudang ilmu saya selama dua minggu ini-, hingga buka puasa bersama. It's not a big deal sih sebenernya buat saya mau ulangtahun kita dirayain atau enggak, yang terpenting adalah seperti apa kamu akan merefleksikan sisa waktu hidupmu yang semakin sebentar ini?


Ciao!
With love,
Tantri

20 July, 2013

Mahaloooo!

Mahalo!*

Akhirnya saya kembali menulis. Setidaknya untuk membuktikan, hari ini saya sedikit produktif. Yup! Akhir-akhir ini saya cukup dimabukkan dengan hal-hal duniawi seperti tidur sepanjang pagi...streaming film...menghabiskan waktu bersama kopi, teman, kemudian bergossip ;-) Namun kemudian pekerjaan baru berdatangan, alhamdulillah kalo rejeki nggak kemana hehehe meskipun pekerjaan setahun lalu sudah lama saya acuhkan, yak apalagi kalau bukan si-skripsi. Mungkin cukup setahun saja saya excuse soal tanggungan yang satu itu. Semoga, setelah mengambil cuti 2 bulan dari tempat saya beraktivitas di sebuah LSM, membuat saya lebih fokus dan terarah dalam mengerjakan skripsi *tsaaaah... Kalau dipikir-pikir, memang kita banyak diuntungkan dengan status mahasiswa yang disandang, seperti tawaran beasiswa, kompetisi ini itu, konferensi ini itu, yang rata-rata requirements-nya adalah masih berstatus ''mahasiswa''. Ini seperti bahwa saya masih ingin memanfaatkan banyak kesempatan selama saya masih mahasiswa.
Yup, memang selama ini banyak hal yang terjadi semenjak saya terakhir kali posting cerita di blog. Kini, teman-teman saya satu persatu-satu mulai pergi meninggalkan kampus, hingga akhirnya dari 8 perempuan di jurusan sekarang tinggal menyisakan 3 orang perempuan, termasuk salah satunya saya. Banyak hal sebenarnya yang selalu muncul di pikiran ketika saya dan teman-teman kembali berwacana di sela-sela nongkrong time kami. Tetapi kemalasan selalu berada di urutan terdepan, mengalahkan keinginan saya untuk kembali menuliskan ide-ide, opini yang kemudian menguap begitu saja di kepala. Setelah sekian lama saya menjabat posisi fiktif sebagai layouter di jurnal kampus, kini posisi tersebut kembali difungsikan. Bersama-sama sisa teman satu angkatan kami kembali melanjutkan proses produksi jurnal tahunan kami. Sedikit menyita waktu sebenarnya...tapi saya menikmatinya, seakan bernostalgia pada masa-masa awal kuliah ketika saya punya perhatian khusus pada aktivitas yang mengharuskan saya untuk sering ke kampus dan bertemu dengan teman seangkatan. Apalagi ya? mmm.... Well, pada intinya waktu toleransi untuk membiarkan ide skripsi menguap sudah habis. Saya tidak ada alasan lagi untuk menundanya. Dilematis memang. Empat tahun menguap begitu saja. Rasa-rasanya ada banya hal yang kiranya saya lewatkan, tidak memanfaatkan berbagai peluang yang ada di depan mata dan selalu merasa ''hari esok masih ada'', kini nyatanya ''hari esok'' itu sudah jauh dibelakang. Hmmm yasudahlah...di usia yang semakin menua ini saya hanya ingin stay young and keep my productivity! Sound simple but it's quite hard to do. 
Well well well, semoga Summer kali ini membawa banyak keruntungan bagi saya dan kalian, juga di musim-musim berikutnya!
Hoopla!!!

*Mahalo: bahasa sapaan khas Hawai

Ciao,
xoxo

17 January, 2013

Hari ke-12: welkom vakantie!

Hidup itu pilihan.
Memilih antara: ngumpulin tegas telat atau dikumpul seadanya tapi tepat waktu. huuuf
 Dan hari ini aku milih buat menyelesaikan semuanya. Setelah panik mencari pinjaman flashdisk, berpindah-pindah rental komputer untuk print tugas. ya, meskipun terlambat dan harus melobi assisten jurusan Antropologi. Aku tertolong berkat Gloria. Teman semata kuliah yang juga terlambat mengumpulkan tugas. Buat dirinya ini kali ketiga dia terlambat mengumpulkan tugas paper. Terimakasih Gloria, Terimakasih Tuhan, yang masih mengasihaniku.God bless Universe!

somewhere around the tea farm in Karanganyar, Central Java


hari terakhir ujian, teoriku habis (yay!) Hartelijk welkom, vakantie!
xoxo


*Aaahh...kartu perpustakaan saya masih ditahan. Belum bayar denda. delapan ribu. huuh.


08 September, 2012

Kitorang semua tinggal di hutan!

So here it goes...

Suatu hari saya dan teman pergilah berbelanja untuk kebutuhan sub-unit #KKN201a di Pasar Sanggeng, sebuah pasar di tengah Kota Manokwari, Papua Barat. Selain tidak ada kulkas untuk menyimpan makanan dalam waktu lama dan listrik menyala hanya -+ 5 jam maka kami putuskan untuk membeli logistik dengan dosis rendah alias dalam jumlah sedikit. Saat kami sampai di lapak mama (sebutan ibu oleh orang Papua) penjual kacang panjang, kami mulailah dengan tawar menawar harga dengan sedikit keberanian. FYI: semua dagangan yang jual disini tidak ada yang dijual kiloan, jadi para penjual telah mengemas mereka kedalam satuan kelompok sendiri, misal bayam dijual per ikat, telur dijual per kotak atau perbutir. Rata-rata harga per ikat sayuran adalah 5ribu.

saya: Mama, boleh kah beli sedikit saja? 
mama: aa.. tra bisa. Beli saja itu satu sudah...
teman: kami cuma butuh sedikit saja Mama..beli tiga ribu saja,
mama: iya ko beli itu satu ikat lalu kau taruh di kulkas.
teman: kami tidak ada kulkas mama..kami tinggal di hutan
mama: (dengan tegas dan lantang menjawab) Aaaahhh.... kitorang semua tinggal di hutan!
saya & teman: 0___________0 errr
Kemudian saya dan teman berjalan meninggalkan lapak. Tak lama kemudian...
mama: Yaaa sudah...ko ambil sudah itu...
Akhirnya kami berhasil mendapatkan satu ikat kacang panjang yang seharusnya dijual 5000, kami beli dengan harga 3000! :))

11 May, 2012

Saat Kebebasan Digugat Tanpa Pernah ada Dialog

alohaaaa...
                it’s been long time aku nggak nulis di jamban usang ini. Sebetulnya aku selalu menyempatkan diri buat bukak blog, cuma sekedar check updates blog yang aku follow, I think I just don’t have any idea to be written here, or I just prefer to tweet it..
              Naahh kali ini aku mau cerita soal pengalaman pertama waktu kemaren kena serbuan ormas (yang ngakunya) Islam yang sempat terjadi di diskusi Irshad Manji di Jogja.
Jadiii semua berawal dari intermeso2 yang aku denger dari temen..kalauuu: Irshad Manji mau dateng ke Jogja. Okay. I have to check it later, I said. Dia ini jadi tokoh yang cukup controversial setelah dengan lantang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang muslimah dan lesbian, disamping pemikirannya yang juga liberal. Saat itu salah seorang teman memberitahu tentang info diskusi Irshad di CRCS UGM sehari sebelum acara. Akuuh segera sms contact person yang menggelar acara tersebut, kemudian mendapat balasan bahwa kuota sudah penuh. Okay, unlucky me. Kemudian besokannya, semept denger ada aksi pembubara di tkp. Sebelumnya aku sempat dapat tawaran ikut diskusi Irshad di lain tempat dan jam yang dirahasiakan, aku kemudian langsung ikutan.
aksi damai tolak kekerasan di Yogyakarta

20 December, 2011

We got new tattoos

Sunday.  December 11th 2011.
Bleeding together  :3

31 October, 2011

It's My Circle

Judulnya adalah mencoba kembali produktif. setelah sekian hari tidak lagi menulis, curcol, dan bersikap (sok) kritis.
             Kali ini saya kan mereport kegiatan beberapa hari yang lalu, yang diadakan oleh Samsara dan teman-teman seperjuangan yang turut aktif memperjuangkan hak-hak reproduksi dan seksualitas *tsaaaah
 Kegiatan ini ngehits-nya disebut flashmob. Info tentang kegiatan ini saya dapatkan lewat jejaring sosial, sms, dan juga ajakan dari mulut ke mulut. Flashmob kali ini mengangkat issue utama yaitu layanan safe abortion , namun tidak serta merta mengajak masyarakat untuk melakukan aborsi, karena untuk melakukan aborsi yang aman perlu dilakukan konseling dan berbagai pertimbangan, pun tidak semua perempuan bisa melakukan aborsi, karena janin sudah berusia lebih dari 10 minggu misalnya. Diangkatnya issue ini tak lain adalah sebagai bentuk kepedulian atas tingginya angka kematian perempuan yang melakukan aborsi tidak aman, seperti tidak sterilnya peralatan yang digunakan, ketidakahlian tenaga medis. Aborsi tidak serta merta terjadi pada perempuan yang hamil sebelum menikah saja, namun juga pada KTD (Kehamilan Tidak Direncankan) pada pasangan yang telah menikah. 

23 June, 2011

Dance 4 Life: We are the Agent of Change!!!

haiii haiiii....sudah lama nggak nge-post hehehe...Kali ini aku kembali lagi dengan cerita dan pengalaman seru dan luar biasa...! HAHAHAHA...*mulut mongap-mangap* *hidung kembang-kempis*

Yup! Beberapa hari kemarin saya cukup disibukkan dengan pelatihan dance dari PKBI, ya sudah beberapa bulan ini saya bergabung jadi volunteer di PKBI dan memegang di divisi PRS (pengorganisasian Remaja SMP). Kebetulan salah satu goal projectnya adalah mengumpulkan 2400 siswa SMA dan SMP untuk ikutan dance merayakan hari AIDS Sedunia (HAS). Nah, project dance massal ini bernama... Dance 4 life!

19 January, 2011

those days made me errghhh....



         Sooooo...here i come, finally back with my holidays :] after those storming days hehe..just had an International Conference and i took apart there as one of the committee. That was our 1st time to organize the event, but mostly it was under the command of Mbak Faiz, and i know all of us were frustrated, handled all of kinda job desks, but finally it forced us t learn how to manage these and those seminar thingy especially International Seminar which there were some foreigners who took apart, and we had new friends of course, foreign friends hehe:] here they are..
Sadiah Boonstra on the left and Maaike Derksen in the red-glasses

18 December, 2010

numpang curhat bentar

.OMG.
aku tadi dikata-katain sama supir truk.
dipisuhin lebih tepatnya :((
yang ini beda, karena jelas aku yang salah
meski naek sepeda, aku nyerobot lampu merah.
parahnya lagi sambil bawa hape, mau bales sms dari Presiden, eh temen.
dikira aman, ternyata ada truk ngebut dari arah yang lampunya ijo.
syok dan bingung, aku buru-buru ngebut.
kontan hanya si asu dan bajingan yang aku dengar dari mulut si supir truk,
dan tentunya perasaan emosi yang begitu mendalam.
ohhhh jika ada penebusan dosa dalam agamaku, 
apa yang harus aku lakukan kemudian?
Supir truk dan truk-nya, aku minta maaf..
karena telah membahayakan nyawamu dan trukmu..
alhamdulillah aku tak lupa pake kacamata dan masker...
setidaknya mereka tak akan mengingat wajahku...
tapi si kuning-pink mungkin saja akan mereka ingat bila bertemu lagi..
well, ini pertamax kalinya aku dikata-katain didepan umum..
di sumpah-serapahi di perempatan JEC, 
dilihat oleh banyak pasang mata...
seperti biasa aku pura-pura tidak dengar...
tapi, sepertinya sampai aku menutup mata malam ini..
umpatan itu akan selalu terngiang dalam mimpiku..
*ampuuun oom...


14 December, 2010

jangan pernah takut jalan-jalan sendirian

duh, aku sudah tidak bisa lagi bersandiwara..aku tak bisa lagi berpura-pura melupakan tugas..harusnya hari ini, hari Selasa, adalah pengumpulan tugas Metode dan Penelitian Sejarah yang pada akhirnya cukup memuakkan itu..tapi aku rasa teman-teman lain belum selesai bahkan aku sendiri belum mulai mengerjakannya lagi..grrrr...
Senin kemarin cukup sibuk wara-wiri kesana-sini sendirian, ya, akhir-akhir ini aku menikmati itu, jalan-jalan sendirian biar dikata orang ilang, orang aneh, atau bahkan biar dibilang anak gaul karena dateng ke acara-acara urban yang lagi hip (emang iya??? *acuhkan*) Jadi, dari jam 9, anak-anak sejarah angkatanku udah mulai trip keliling Kraton, begonya kita disuruh ngatur perjalanan sendiri tanpa bimbingan dosen yg nyuruh kita, duit sendiri, motor sendiri, apa-apaa sendiri.. ya sudahlah..itung-itung plesiran di negeri sendiri (nggak lupa kan Jogja hampir mau keluar dari NKRI :p) 
koleksi pribadi Opik

06 November, 2010

orang yang kami kasihi telah menghadapNya

Well, jogja masih berduka.. dari hujan abu, suara gludak-gluduk yg bikin nggak tenang, sampai ancaman awan panas yang selalu bikin was-was. Well, jujur aselinya saya pengin bantu jadi relawan atau istilahnya terjun langsung ke lapangan. Sejak kuliah diliburkan satu minggu tugas otomatis akan mundur dikumpulkannya, jadi saya cukup punya banyak waktu luang dan enggan berdiam diri menikmati keluangan waktu saya selama saudara-saudara kita sedang susah begini. Saya berdoa dan terus berharap agar semua bencana ini cepat usai, teman sudah banyak yang mengungsi dan ini bukan hal yang mudah karena hidup jauh dari rumah itu emang nggak enak. Nggak hanya itu, saya turut kehilangan dua orang yang begitu saya hormati dan kasihi. Tanpa ada yang tahu kecuali Maha Pencipta, kalau beliau-beliau akan "diambil" secepat itu dan mirisnya melalui bencana seperti ini. Dan sungguh saya tau saya masih ada kesalahan dengan mereka, dan belum sempat minta maaf, namun saya hanya berdoa agar beliau mau memaafkan kesalahan saya dan tenang disisi-Nya, amien. Mbah dan Mak Pujo adalah dua sosok penghuni lereng Merapi yang masih setia menjunjung tinggi budaya, ramah dan sungguh 'ngemong' kami setiap kami berkunjung ke rumah beliau atau sekedar berkegiatan disana. Mak Pujo dan Mbah Pujo menjadi korban keganasan awan panas yang meluncur ke dusun mereka pada tanggal 26 Oktober lalu. Namun kehendakNya berbicara, Mak Pujo harus pergi lebih dulu meninggalkan mbah Pujo dan orang-orang yang mengasihinya. Kesedihan kami tak hanya berhenti disitu, lagi-lagi kuasa Tuhan berkata lain, Minggu 7 November lalu Mbah Pujo telah pergi menyusul Mak Pujo setelah beberapa hari bertahan di ruang isolasi. Semoga mereka selalu diberikan tempat terbaik disisi-Nya, amien. 
 rumah Mbah Pujo
source: here
 Mak Pujo
source: here
makam mak pujo :(
source: here

mbah pujo kakung (tengah)
source: here

*Selamat jalan mbah... doaku menyertaimu, and this is my #NovemberWish: Hope it ends soon and we can get the wisdom from these disasters

18 June, 2010

inspiring month :)







source: here
and the last one is just really into me XD

19 May, 2010

Highly Recommended!!!

This is my review movie for Suryakanta, my Major Bulletin. Enjoy!





        Three Idiots diliris pada akhir Desember 2009 dengan sutradara Rajkumar Hirani, film ini berlatar di India dan memang dibuat oleh orang India. Cerita berawal dari pencarian Raju, Farhan, dan musuh semasa kuliah mereka, Chathur, yang mencari, Rancho (Aamir Khan), salah seorang sahabat yang telah lama menghilang. Hari itu adalah hari dimana tepat sepuluh tahun mereka melangsungkan taruhan yang telah lama terlupakan. Tantangan yang pernah diajukan oleh Chathur karena dendamnya atas keisengan yang pernah dilakukan oleh Rancho dkk. untuk bertaruh siapakah yang paling sukses sepuluh tahun kedepan. Namun tepat di hari itu tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Rancho kecuali sebuah alamat yang dimiliki Chathur. Dalam pencariannya terjadi berbagai hal konyol, dari Farhan yang tiba – tiba membatalkan perjalanannya saat berada di pesawat hingga Phia (Kareena Kapoor), cinta lama Racho, yang harus membatalkan pernikahannya.
Alur yang digunakan adalah alur campuran, dimana inti cerita banyak digambarkan saat Rancho dan kawan – kawan masih menjadi mahasiswa. Rancho adalah sosok yang genius namun cukup berani, dia sering mengajukan pertanyaan yang bahkan oleh dosennya sendiripun tidak dapat dijawab. Dia juga tidak diijinkan untuk mengikuti beberapa mata kuliah karena tingkahnya yang rebel. Selain itu Rancho dan kawan – kawan juga sering melakukan hal – hal bodoh seperti tak sengaja menyelinap masuk kedalam pesta pernikahan Dosen killernya, Viru Sastrabudhi (Boman Irani), hanya untuk mendapatkan makan malam dan disinilah Rancho mulai berkenalan dengan Phia, yang tak lain adalah anak dari Sang Dosen.
Terkadang hal – hal bodoh mereka mengundang berbagai resiko dan masalah seperti pengubahan isi pidato Chathur, musuh mereka, mengencingi pintu rumah Dosen dalam keadaan mabuk hingga menyelinap masuk ke kantor dosen hanya untuk mengambil naskah soal yang akan diujikan kepada Raju. Karena sifatnya yang berani itu, beberapa kali Raju dan Farhan mendapat ancaman drop out dari kampus dan Rancho menjadi kambing hitam para dosen dan orangtua sahabatnya. Namun dibalik sikap Rancho yang berani itu, dirinya sering memberikan nasihat kepada kedua sahabatnya yang sering diremehkan oleh Dosen dan teman – temannya karena kebodohan mereka. Hingga akhirnya apa yang dinasihatkan oleh Rancho mengubah jalan hidup Raju dan Farhan jauh dari apa yang tak pernah mereka berani putuskan.
Masalah muncul ketika orang yang dimaksud Rancho itu bukanlah Rancho teman mereka semasa kuliah, namun orang tersebut memiliki ijasah dan foto angkatan yang sama seperti yang mereka miliki. Banyak sekali nilai – nilai moral yang terkandung dalam film ini, seperti kesuksesan yang dilihat dari perspektif setiap individu dan bagaimana setiap orang harus memutuskan jalan hidupnya sendiri tanpa harus terbebani oleh anggapan orang lain atau tekanan dari orangtua mereka.


          Cukup unik karena tidak  banyak film India yang secara umum dianggap ’berisi’ atau berbobot. Tidak seperti film India kebanyakan, adegan menari dan menyanyi tak absen dari film ini namun tidak banyak dan cukup menghiburkan. Dari sini terlihat bahwa Three Iditos memang betul – betul memperlihatkan substansi film dan nilai – nilai moral itu sendiri daripada tema musikal yang sering menjadi ciri umum film India. Lamanya durasi yaitu sekitar 2 jam 45 menit cukup lama untuk menanti klimaks cerita ini namun juga tidak cukup membosankan karena adanya bumbu – bumbu komedi yang sajikan.[Tantri]

14 April, 2010

sucks weekend


     Hell-o guys..sedikit malas untuk menuliskan kembali sucking weekend saya kali ini. Jadi gini ceritanya, sesuai loyalitas yg sedikit saya paksakan terhadap PALACI – Pecinta Alam almamater di SMA saya- saya akan menemani adik – adik SMA mengikuti Rafting di Sungai Elo, seperti biasanya. Rencannanya si nggak mau nginep gitu selaen nggak ada temen seangkatan yang nemenin saya emang males banget kalo mau nginep di basecamp. Jadi sabtu sore itu jadinya malah hujan… males banget deh! Udah gitu motor yang biasanya saya pake tau sendirilah nggak ada STNK nya dan bapak ngotot nggak ngijinin saya naek motor itu dan terpaksalah saya disuruh naek motor ibu saya, yang nggak kalah nggak kalapnya, spion kanan nggak ada kacanya! Dah kan bapak tetep ngotot ngganti spionnya sore itu juga. Kelar gitu saya menerjang derasnya hujan yang nggak kira – kira itu menuju Delayota tercintrooooongg…tentunya setelah di calling sama adik – adik kimcil Palaci. Nyampek sana udah pada kumpul dan masih nunggu beberapa orang lagi, rencananya emang pada mau brangkat bakda maghrib. Kelar babibu dan fafifu.. nekatlah kita menerjang hujan yang nggak kira – kira itu. Ini motor udah nggak enak bawaannya, bannya kemps dan males banget dah suruh mompain tadi sama bapak. Bener deh nyampek pom bensin gejayan kan ya..motor macet kagak bias di nyalain! Tengsin deh depan adik – adik kelas mana 2 diantara yang tua sendiri ( FYI: saya ditemani Deni Hidayat yang waktu itu ikutan juga). Aku minta ditinggal aja toh aku juga tau tempatnya, minta tolonglah aku ma si satpam pom bensin itu. Nyalalah motorku dan kembali melaju menyusul teman – teman dengan penuh rasa pesimis. Ketemulah saya dengan bengkel dan memutuskan untuk memompa ban saya dan kebetulan ketemu rombongan teman – teman. Bodohnya lagi saya disitu nggak komplain masalah motor saya yang mogokan itu. Kelar mompa kita cabut lagi dan sial berikutnya di daerah Lapangan Denggung, Sleman firasat saya udah makin nggak enjoy: hujan makin deres dan motor saya ndut – endutan hingga akhirnya sodara – sodara….Macet! a.k.a Mogok! A.k.a beneran deh nggak mau nyala lagi! Saya udah setress dan untuk romobongan saya suruh duluan lagi, dan Deni Hidayat aku suruh nemenin aku, jadilah kita berempat bareng 2 anak SMA kelas 1. Deni mutusin buat muterin bengkel yang masih buka yang nantinya ternyata nggak nemuin tukang bengkel dan akhirnya setelah sebelumnya tadi calling2an sama Bapak akhirnya Beliau ngotot buat nyusul aku (*heroic gilaks!) Then after few couple of minutes bapak datang sama Aswin, nggak lupa sebelumnya Bapak aku suruh bawain baju ganti karena kau toh juga harus nginep -___- Dah kan ya habis tukeran motor selamatlah saya (alhamdulillah) nyampek tujuan di basecamp deket Candi Mendhut itu. Kelar nyampek sana tempat pertama yang dituju adalah Kamar Mandi karena saya harus ganti baju! Syokkk  ngeliat isi dalam kresek yang katanya baju ganti! Nggak ada jilbab ganti dan dalemannya cumin underwear satu!!! Then you know what??? My moeder brought me a Almamater Jacket! What did it mean?? Lol.


            Kesialan berikutnya, pas aku jalan – jalan neenin temen2 dokumentasi buat motret anak – anak yang lagi rafting, eh sandal wc aku satu – satunya jebolllss! Ngotot nggak ada yang bawa peniti aku cuek jalan aja sampe acara selesai even I wore those till on my way to back home -____-Waktu pulangnya eh hujan dah gitu parahnya laginyampek ring road utara, you know what?? BAN MOTOR BOCOR!! mungkin karena aku juga mikir aneh - aneh kali ya dijalan..mikir yg enggak - enggak gitu, motor bogok di tengah jalan sepilah, eh kejadian bener dah! dAndas you know dat sendal flip-flop saya jebol maka saya nyeker lah sambil ndorong motor sampek tambal ban bersama Aini - Gaids Pendiem Parah yang Besoknya dia Ujian Akhir Sekolah buat kelas 3 dan dia belom belajar sama sekaliiii !!! You're pretty funny ma meeen -____- nyampek rumah jam 9 , padahal dari basecamp ngotot pulang duluan jam setengah tujuan biar rada cepetan nyampek rumah..eh trnyata pulang telat juga gara - gara ban bcoor ! zzzzzsyittt! Ibu kata aku kualat gara - agara ngeyel ngotot ikutan pergi pas ujan-ujan -____-


26 March, 2010

YES THATS RITE!!

http://winterstars.tumblr.com/post/470841413